DPKH Kaltim Dorong Peternak Siapkan Pakan Awetan Hadapi Musim Kemarau

  • 10 Agt 2026 14:12 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Menghadapi potensi musim kemarau panjang yang dapat berdampak pada ketersediaan pakan ternak, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kalimantan Timur mendorong peternak menyiapkan pakan awetan sebagai cadangan untuk menjaga keberlangsungan usaha peternakan.

Kepala DPKH Kaltim, Arief Murdiyatno, mengatakan pakan awetan seperti silase, hay dan jerami fermentasi menjadi salah satu solusi yang dapat membantu peternak mengantisipasi berkurangnya ketersediaan hijauan saat musim kemarau.

Pakan awetan ini tidak hanya berguna saat kemarau, tetapi juga dapat menjadi cadangan ketika peternak sedang sakit atau bepergian. Selain itu, surplus rumput segar bisa dimanfaatkan sehingga tidak terbuang dan membusuk,” ujar Arief, dikutip dari laman Diskomimfo.kaltimprov.go.id, Senin 10 Agustus 2026.

Menurutnya, kemampuan peternak dalam mengolah dan mengawetkan pakan menjadi bagian penting dalam menjaga efisiensi sekaligus memperkuat kemandirian usaha peternakan. Terlebih, biaya pakan masih menjadi komponen terbesar dalam struktur biaya produksi ternak, yang mencapai sekitar 60 hingga 70 persen.

Karena itu, DPKH Kaltim tidak hanya mendorong pengawetan hijauan, tetapi juga memperluas pemanfaatan bahan baku lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah atau biomassa hasil pertanian, seperti sisa panen jagung dan jerami padi, dapat diolah dan dikombinasikan menjadi bahan pakan awetan yang memiliki nilai nutrisi dan berpotensi mengurangi ketergantungan peternak terhadap pakan komersial.

Peternak juga diberikan edukasi mengenai pemanfaatan limbah perkebunan, termasuk pelepah kelapa sawit. Pelepah tersebut terlebih dahulu dicacah menggunakan mesin chopper dan shredder hingga bagian lidi hancur, sehingga lebih aman dan mudah dikonsumsi ternak.

Untuk menjaga kualitas dan keamanan pakan yang dihasilkan, DPKH Kaltim menyiapkan tenaga Pengawas Mutu Pakan. Sebanyak 25 petugas disebar di 10 kabupaten dan kota untuk membantu memastikan pakan alternatif yang digunakan peternak memenuhi standar mutu dan kebutuhan nutrisi ternak.

Sementara bagi peternakan berskala besar, DPKH Kaltim mendorong penerapan sistem penyimpanan bunker untuk menyimpan pakan fermentasi. Proses fermentasi dapat dilakukan dengan bantuan probiotik, seperti EM4, yang membantu menghasilkan pakan dengan aroma khas dan meningkatkan daya simpan.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menjadi solusi menghadapi musim kemarau, tetapi juga mendorong perubahan pola pengelolaan pakan di tingkat peternak. Dengan ketersediaan pakan yang terencana, peternak dapat lebih siap menjaga kondisi ternak sekaligus mengendalikan biaya produksi.

Sebagai langkah jangka panjang untuk menekan ketergantungan terhadap pakan konsentrat yang relatif mahal di pasaran, Pemerintah Provinsi Kaltim juga tengah membangun pabrik pakan baru di kawasan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Keberadaan pabrik tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan pakan berbahan baku lokal sekaligus membuka peluang bagi peternak untuk memperoleh pakan dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan berbagai langkah tersebut, DPKH Kaltim berharap peternak tidak lagi hanya bergantung pada ketersediaan hijauan segar, tetapi mampu membangun sistem penyediaan pakan yang lebih mandiri, efisien dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....