Cuaca Panas Picu Karhutla di Empat Titik Sambaliung

  • 08 Agt 2026 17:41 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di empat titik secara bersamaan di wilayah Trans Bangun, Kampung Sei Bebanir Bangun, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Kamis 7 Agustus 2026.

Berdasarkan laporan yang dibagikan Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kaltim, Muriono, BPBD Kabupaten Berau, menyampaikan karhutla mulai dilaporkan pada pukul 13.45 WITA. Sementara kejadian diperkirakan berlangsung sekitar pukul 14.00 WITA dalam kondisi cuaca panas disertai angin kencang.

Empat lokasi yang terbakar masih berada dalam satu wilayah Kampung Sei Bebanir Bangun. Titik pertama berada di lahan dekat permukiman Pasar Senja Trans Bangun, sedangkan titik kedua berada di Jalan Bendungan Trans Bangun yang didominasi semak belukar.

Titik ketiga juga merupakan kawasan semak belukar, sementara titik keempat berada di lahan atau kebun milik masyarakat. Hingga laporan sementara disampaikan, penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam penanganan petugas.

Luas lahan yang terbakar di lokasi pertama diperkirakan mencapai satu hektare. Kemudian lokasi kedua sekitar dua hektare, lokasi ketiga sekitar satu hektare, dan lokasi keempat sekitar satu hektare.

Dengan demikian, total luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar lima hektare. Tidak ada laporan korban terdampak maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Penanganan dilakukan setelah Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Berau, Masyhadi Muhdi, memberikan perintah kepada Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik untuk mengerahkan personel Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) ke lokasi kejadian.

Pemadaman dan pendinginan melibatkan personel TRC-PB BPBD Kabupaten Berau bersama Manggala Agni, Polsek Sambaliung, Koramil Sambaliung, Kepala Kampung Sei Bebanir Bangun beserta perangkat kampung, ketua RT, serta masyarakat setempat.

Dalam operasi tersebut, petugas mengerahkan dua unit mobil dalkarhutla BPBD, dua unit peralatan, satu unit kendaraan operasional Hilux, serta satu unit kendaraan dan peralatan water rex milik Manggala Agni.

Kegiatan pemadaman dan pendinginan berlangsung sejak pukul 14.15 hingga 21.15 WITA. Petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama kondisi lahan yang berupa semak belukar dan gambut serta akses menuju beberapa titik yang cukup sulit.

Selain itu, keterbatasan unit atau armada pemadaman turut menjadi kendala dalam penanganan. Kondisi semakin menyulitkan karena tidak tersedia penerangan di lokasi kejadian saat malam hari.

Petugas juga menemukan sejumlah bagian lahan yang berada cukup jauh ke dalam sehingga tidak dapat dijangkau untuk dilakukan pemadaman secara langsung. Kondisi cuaca panas dan angin kencang juga berpotensi mempercepat penyebaran api.

BPBD bersama seluruh unsur yang terlibat terus melakukan penanganan di lokasi serta pemantauan terhadap area yang telah dipadamkan. Upaya pendinginan dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api di sekitar kawasan yang terbakar.

Masyarakat di sekitar lokasi diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama saat kondisi cuaca panas dan angin kencang. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....