Karhutla di Babulu Diduga Dipicu ODGJ, Lahan Warga Terbakar

  • 08 Agt 2026 09:10 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di RT 29 Babulu Darat, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Jumat 7 Agustus 2026 siang. Peristiwa tersebut menghanguskan lahan milik Hendra Novaliadi dengan luas area terbakar sekitar 7 x 20 meter persegi.

Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, menyampaikan laporan tersebut berdasarkan data dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Penajam Paser Utara Pos Damkar Babulu.

Laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 14.25 WITA. Tim Damkar Babulu kemudian bergerak menuju lokasi yang berjarak sekitar 4,6 kilometer dari pos dan tiba di tempat kejadian pada pukul 14.35 WITA.

Proses pemadaman berlangsung selama sekitar 25 menit. Api berhasil dipadamkan pada pukul 15.00 WITA, kemudian seluruh personel kembali ke pos pada pukul 15.25 WITA untuk kembali bersiaga.

Berdasarkan laporan awal, kebakaran diduga dipicu oleh tindakan seorang orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang sengaja membakar area di sekitar lahan kering. Kondisi vegetasi yang mudah terbakar membuat api dengan cepat menjalar ke lahan milik warga.

"Setelah menerima laporan dari Bu Yana, petugas piket siang segera menuju lokasi. Sesampainya di lokasi, petugas langsung melaksanakan pemadaman secara menyeluruh di area lahan yang terbakar hingga api berhasil dipadamkan," ujarnya.

Dalam penanganan kejadian tersebut, satu unit mobil pemadam Brandweer Kajama bernomor polisi KT 9946 VP diterjunkan ke lokasi untuk mempercepat proses pemadaman dan mencegah api meluas ke area sekitar, katanya.

Operasi pemadaman turut melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Damkar Babulu, Satpol PP, Camat Babulu, serta Polsek Babulu. Sinergi antarinstansi dinilai mampu mempercepat pengendalian kebakaran sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Petugas yang bertugas di lapangan tetap bersiaga hingga penanganan selesai, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat kejadian tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....