Polda Kaltim Luncurkan Aplikasi Lembuswana Pantau 236 Titik Hotspot Karhutla

  • 04 Agt 2026 12:25 WIB
  •  Samarinda

RRI CO.ID, Balikpapan - Sinergi kuat lintas instansi di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali dipertegas dalam Rapat Koordinasi Kepala Daerah yang digelar di Markas Polda Kaltim pada Selasa, 4 Agustus 2026. Pertemuan strategis ini fokus pada kesiapan pencegahan, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta langkah antisipasi menghadapi ancaman siklus iklim ekstrem El Nino di wilayah Benua Etam.

Rapat koordinasi ini dihadiri langsung oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro, Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Andy Setyawan, hingga Kepala BPBD Kaltim. Dalam kesempatan ini, Polda Kaltim resmi meluncurkan sebuah inovasi digital mutakhir berupa aplikasi bernama "Lembuswana". Aplikasi ini dirancang khusus untuk mendeteksi dan mencegah karhutla secara dini melalui pantauan citra satelit secara real-time.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud didampingi Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menyampaikan apresiasi atas Aplikasi Lembuswana yang diharapkan ikut membantu dalam pencegahan kebakaran hutan di wilayah Kaltim. (Foto: RRI Samarinda/Afriani)

Berdasarkan paparan resmi Kapolda Kaltim yang bersumber dari data terkini aplikasi tersebut, satelit mendeteksi adanya 236 titik api (hotspot) dengan tingkat kerawanan bervariasi di wilayah Kaltim. Sebanyak 23 titik di antaranya berkategori warna merah (intensitas suhu panas tertinggi), dengan sebaran terbanyak berada di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Meski angka hotspot cukup tinggi, kepolisian memastikan situasi di lapangan masih terkendali dengan baik.

"Ada 235 titik hotspot dengan mempunyai level berbeda, namun belum ada laporan terjadinya kebakaran," ucap Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro saat memaparkan data visual aplikasi Lembuswana di hadapan unsur Forkopimda.

Aplikasi Lembuswana diproyeksikan mampu memotong jalur birokrasi pelaporan. Kehadirannya memastikan personel di lapangan bisa langsung bergerak melakukan mitigasi sebelum api membesar dan meluas.

Inovasi digital ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, menilai langkah taktis Polda Kaltim ini sangat relevan dalam menghadapi fenomena El Nino yang membutuhkan respons cepat dan akurat.

Sinergi antara seluruh Forkopimda Kaltim dalam antisipasi kesiapsiagaan Karhutla dan menghadapi El Nino. (Foto: RRI Kaltim/Afriani)

"Salah satu spesial di hari ini adanya aplikasi yang diluncurkan oleh Polda Kaltim bernama Lembuswana, bisa melihat langsung secara realtime titik hotspot di wilayah Kaltim," ujar Rudy Mas'ud.

Rudy menambahkan bahwa keunggulan Lembuswana tidak hanya membaca kondisi hari ini, melainkan mampu melacak rekam jejak potensi hotspot hingga seminggu ke belakang. Ia berharap sistem ini bisa menjadi percontohan berskala nasional.

"Kedepannya aplikasi ini bisa menjadi pilot proyek untuk Kaltim dan juga bisa ditiru oleh provinsi yang lain. Yang terpenting adalah adanya effort semua pihak dari TNI/Polri dan semua pihak yang terkait menggalakkan ini untuk antisipasi karhutla," tegas Rudy memberi pesan kuat bagi pencegahan karhutla.

Peluncuran aplikasi Lembuswana dan pelaksanaan rapat koordinasi ini menjadi bukti nyata komitmen bersama antara Pemerintah Daerah, TNI, Polri, BPBD, hingga Basarnas. Melalui pemanfaatan teknologi modern dan penguatan sinergi di lapangan, Kaltim siap menjaga kelestarian ekosistem dan melindungi masyarakat dari dampak buruk cuaca ekstrem.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....