Gigitan Ular Jangan Ditangani Sembarangan, Dinkes Kaltim Dorong Edukasi Warga
- 22 Sep 2026 16:01 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur masih menghadapi tantangan berupa pemahaman masyarakat yang menganggap gigitan ular dapat ditangani melalui pengobatan tradisional. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena penanganan awal yang tidak sesuai prosedur dapat memperburuk kondisi korban.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltim, Fitnawati, mengatakan edukasi kepada masyarakat perlu terus dilakukan bersamaan dengan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Pengetahuan mengenai tindakan awal yang tepat juga perlu diperluas hingga kepada relawan yang berada di lapangan.
“Masih ada pemahaman masyarakat yang menganggap gigitan ular dapat ditangani secara tradisional,” kata Fitnawati saat memberikan arahan dalam Webinar Penanganan Kasus Hewan Berbisa, Tumbuhan dan Jamur Beracun, pada Senin 21 September 2026.
Menurut Fitnawati, relawan juga memiliki peran dalam memberikan pertolongan awal ketika menemukan kasus di lapangan. Karena itu, pembekalan mengenai prosedur penanganan yang benar diperlukan agar tindakan yang diberikan tidak justru meningkatkan risiko terhadap korban.
Fitnawati menjelaskan, penanganan gigitan ular harus disesuaikan dengan kondisi pasien dan efek bisa yang ditimbulkan. Pasien perlu mendapatkan pemeriksaan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang sebelum menentukan terapi, termasuk keputusan penggunaan antivenom.
“Kita harus bisa merubah statement bahwa kalau tergigit ular berarti harus diberikan antibisa ular. Padahal kalau kita lihat tidak semuanya,” ujarnya.
Dinkes Kaltim juga mendorong fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penanganan gigitan hewan berbisa. Edukasi tersebut diharapkan dapat mengurangi tindakan pertolongan yang tidak sesuai standar dan mendorong masyarakat segera mendapatkan layanan kesehatan ketika mengalami gigitan atau sengatan hewan berbisa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....