Dosen UGM Dorong Kukar Kembangkan Pertanian Terpadu Berbasis 5A
- 02 Agt 2026 21:04 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Kutai Kartanegara - Dosen Pembimbing Lapangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kutai Kartanegara (Kukar), Agung Satriyo Nugroho, menilai Kukar memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor pertanian. Menurutnya, potensi tersebut akan semakin kuat jika dikembangkan secara terpadu melalui konsep 5A.
Agung menjelaskan, konsep 5A mengajak petani untuk tidak hanya fokus pada hasil panen, tetapi juga memikirkan bagaimana hasil pertanian bisa diolah, dipasarkan, didukung teknologi, hingga menjadi daya tarik wisata. Dengan cara itu, nilai ekonomi yang diterima petani bisa semakin meningkat.
"Yang pertama adalah agroproduksi, yaitu menghasilkan produk pertanian. Setelah itu masuk ke agroindustri, jadi hasil panen diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah, misalnya pupuk, tepung, atau produk olahan lainnya," ujarnya saat Festival Rakyat Samasta Kukar 2026 di Kawasan Pertanian Terpadu Desa Karang Tunggal, Minggu, 2 Agustus 2026.
Selain itu, lanjut Agung, petani juga perlu membangun ekosistem usaha melalui agribisnis agar hasil pertanian tidak hanya berhenti di proses panen. Menurutnya, petani harus mampu mengolah dan memasarkan produknya sehingga memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di tengah berbagai tantangan ekonomi, termasuk ketergantungan pada sektor pertambangan.
Agung menambahkan, daya saing tersebut juga harus didukung dengan pemanfaatan teknologi. Karena itu, pengembangan sektor pertanian perlu dibarengi dengan penerapan agroteknologi melalui inovasi dan teknologi tepat guna.
"Perkembangan zaman ini harus didukung oleh teknologi tepat guna, inovasi di sektor pertanian bisa dikembangkan. Makanya, kolaborasi dari penyuluh pertanian, kampus dan lain sebagainya itu harus muncul," ucapnya.
Kemudian, tahap terakhir adalah mengembangkan kawasan pertanian menjadi agrowisata. Menurut Agung, sektor ini dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat tanpa menghilangkan fungsi utama lahan sebagai tempat produksi.
Ia pun optimis konsep tersebut sangat berotensi diterapkan di Kutai Kartanegara. Sebab, daerah ini memiliki lahan pertanian yang luas dan sumber daya alam yang mendukung untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
"Tinggal bagaimana kita mau memilih, apakah tetap bergantung pada ekonomi berbasis sumber daya alam yang tidak terbarukan atau mulai bergerak ke pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Semua itu bisa terwujud kalau kita bergerak bersama," ujar Agung, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....