Usai Mengabdi, KKN UGM Tinggalkan 75 Program Pemberdayaan di Karang Tunggal Kukar
- 02 Agt 2026 14:15 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Kutai Kartanegara - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengakhiri pengabdian selama 50 hari di Desa Karang Tunggal, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara dengan menyelesaikan sekitar 75 program untuk masyarakat. Berbagai hasil program tersebut diperkenalkan melalui Festival Rakyat Samasta Kukar 2026 yang digelar selama dua hari di Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu serta KPT Desa Karang Tunggal pada Sabtu, 1 Agustus dan Minggu, 2 Agustus 2026
Festival ini menjadi penutup rangkaian KKN UGM sebelum para mahasiswa kembali ke Yogyakarta pada Sabtu, 8 Agustus mendatang. Selama festival, masyarakat dapat melihat hasil program KKN sekaligus mengikuti berbagai kegiatan, seperti gerakan pangan murah, pemeriksaan kesehatan gratis, bazar UMKM, pameran program unggulan, hingga lomba memasak dan mewarnai.
Ketua Sub Unit Desa Karang Tunggal KKN UGM, Chandra, mengaku lega sekaligus terharu karena seluruh program yang direncanakan bersama tim dapat diselesaikan dengan baik.
"Perasaan kami campur aduk. Senang karena berhasil menyelesaikan sekitar 75 program yang kami laksanakan. Tapi di sisi lain juga sedih karena sebentar lagi harus meninggalkan Desa Karang Tunggal," ucapnya, kepada rri.co.id, Minggu.
Dari puluhan program tersebut, Chandra mengaku pembangunan sistem aquaponik menjadi pengalaman yang paling membekas. Aquaponik merupakan sistem pertanian berkelanjutan yang menggabungkan budidaya ikan (akuakultur) dan penanaman tanaman tanpa tanah (hidroponik).
Menurut Chandra, program itu sangat berkesan lantaran benar-benar menguji kemampuan mereka dalam menerapkan ilmu yang dipelajari di kampus ke kondisi nyata di lapangan. Bahkan, ia mengaku sempat mengalami tantangan tersendiri dalam membuat aquaponik.
"Awalnya kami mendesain aquaponik di Yogyakarta dalam skala kecil. Saat diterapkan di sini, kami harus membuatnya dalam ukuran yang lebih besar. Itu menjadi tantangan sekaligus pengalaman yang sangat berharga bagi kami," ujar Chandra.
Ia menjelaskan, seluruh program dijalankan secara bersama-sama oleh mahasiswa dari empat kelompok keilmuan, yakni sains dan teknologi, sosial humaniora, medika, serta agro. Menurutnya, kolaborasi tersebut membuat setiap program dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Lebih lanjut, Chandra juga menceritakan kesan pertamanya saat kali pertama mengunjungi Desa Karang Tunggal. Menurutnya, desa ini memiliki potensi yang sangat besar, baik dari segi sumber daya alam maupun manusianya.
"Kami melihat potensi pertanian di sini sangat besar karena masih banyak lahan yang bisa dikembangkan, termasuk untuk tanaman hortikultura. Selain itu, kelompok masyarakat seperti Kelompok Wanita Tani dan PKK juga sangat aktif sehingga menjadi kekuatan untuk mengembangkan desa," kata dia.
Karena itu, melalui berbagai program yang telah dijalankan, ia bersama mahasiswa KKN UGM lainnya berharap hasil pengabdian mereka dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat, sehingga menjadikan Desa Karang Tunggal sebagai desa yang unggul dan mandiri, khususnya di bidang pertanian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....