Empat Mahasiswa PPU Terima Beasiswa Energi, Investasi SDM Hadapi Era IKN
- 02 Agt 2026 07:21 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Cepu – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya membutuhkan infrastruktur modern, tetapi juga sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama PT Pertamina Patra Niaga memperkuat investasi di sektor pendidikan melalui pemberian bantuan pendidikan kepada mahasiswa daerah yang menempuh studi di bidang energi.
Sebanyak empat mahasiswa asal Kabupaten Penajam Paser Utara yang sedang menempuh pendidikan di Politeknik Energi dan Mineral Akamigas, Cepu, menerima bantuan pendidikan senilai total Rp250 juta dari PT Pertamina Patra Niaga. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati PPU Mudyat Noor di Kampus Politeknik Energi dan Mineral Akamigas, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, 1 Agustus 2026.
Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha menjadi langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda menghadapi kebutuhan tenaga kerja pada masa pembangunan IKN.
"Kami ingin membangun kerja sama yang saling memberikan manfaat. Pemerintah daerah ingin memberikan kontribusi, sementara dunia usaha juga turut berperan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas," katanya.
Menurut Mudyat, keberadaan IKN yang berbatasan langsung dengan Kabupaten PPU membuka peluang besar sekaligus tantangan bagi masyarakat lokal. Karena itu, peningkatan kualitas SDM harus dilakukan sejak sekarang agar putra-putri daerah mampu bersaing mengisi kebutuhan tenaga profesional di berbagai sektor.
Ia menilai pendidikan vokasi menjadi salah satu jalur yang relevan karena dirancang sesuai kebutuhan dunia industri. Politeknik Energi dan Mineral Akamigas, lanjutnya, memiliki peran penting dalam mencetak tenaga terampil yang dibutuhkan sektor energi nasional.
"Kami menginginkan SDM PPU semakin baik dan semakin tangguh. Anak-anak muda kita memiliki potensi besar, dan pendidikan vokasi seperti di Akamigas merupakan langkah yang tepat untuk menyiapkan mereka menghadapi kebutuhan industri, terutama di tengah perkembangan IKN," ujarnya.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab PPU, Nicko Herlambang, menilai program tersebut dapat menjadi contoh pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang berorientasi pada pembangunan jangka panjang.
Menurutnya, CSR tidak hanya diarahkan untuk kegiatan sosial yang bersifat sesaat, tetapi juga dapat menjadi instrumen strategis dalam mencetak tenaga kerja lokal yang memiliki daya saing.
"Ini adalah langkah terobosan yang kami harapkan menjadi prototipe kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha. Kami ingin model seperti ini dapat dikembangkan sehingga lebih banyak perusahaan ikut berkontribusi dalam peningkatan kualitas SDM lokal," katanya.
Hal senada disampaikan perwakilan PT Pertamina Patra Niaga, Zakiah Safitri. Ia mengatakan bantuan pendidikan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus melahirkan tenaga profesional di bidang energi.
Zakiah berharap para mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi sehingga mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah setelah menyelesaikan pendidikan.
"Manfaatkan bantuan ini untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Kami berharap program ini terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi generasi muda PPU," ujarnya.
Keempat penerima bantuan merupakan mahasiswa tingkat pertama dan tingkat kedua Politeknik Energi dan Mineral Akamigas yang diproyeksikan menjadi tenaga profesional di sektor energi dan industri.
Di tengah percepatan pembangunan IKN, kebutuhan tenaga kerja terampil diperkirakan akan terus meningkat. Karena itu, investasi pada pendidikan vokasi menjadi salah satu langkah penting agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu mengambil peran sebagai pelaku pembangunan melalui kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....