UKM Mawar Desa Sepatin Olah Udang dan Buah Mangrove Jadi Produk Bernilai Ekonomi
- 02 Agt 2026 07:22 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Kutai Kartanegara - Kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UKM) Mawar di Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, mengembangkan produk olahan berbasis potensi pesisir. Produk tersebut memanfaatkan hasil tambak, hasil laut, serta sumber daya mangrove yang tersedia di wilayah desa.
Ketua UKM Mawar, Nurhalia, mengatakan salah satu produk unggulan kelompoknya adalah kerupuk udang. Bahan baku diperoleh dari udang hasil tambak dan laut yang tersedia di kawasan Desa Sepatin.
“Potensi udang di desa kami cukup melimpah. Kami sudah membuat kerupuk udang dan produknya sudah dipasarkan hingga ke luar daerah,” kata Nurhalia.
Selain kerupuk udang, kelompok tersebut juga mengolah kepala udang menjadi petis. Pemanfaatan kepala udang dilakukan untuk mengurangi limbah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari hasil perikanan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.

UKM Mawar juga mulai melakukan inovasi dengan mengolah buah mangrove jenis pedada. Buah tersebut telah dicoba menjadi bahan baku sirup dan dodol dengan cita rasa asam khas buah mangrove.
Nurhalia mengatakan produk olahan buah mangrove masih berada dalam tahap pengembangan karena belum diproduksi secara besar-besaran. Kerupuk udang memiliki daya simpan lebih lama, sedangkan sirup dan dodol membutuhkan pengelolaan produksi serta pemasaran yang lebih khusus.
"Saat ini UKM Mawar memiliki 13 anggota dan mulai menjalankan kegiatan produksi secara bersama melalui rumah produksi," ujar Nurhalia pada Jumat 31 Juli 2026. Pengembangan produk berbasis potensi pesisir diharapkan dapat memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya desa secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....