M4CR Targetkan Rehabilitasi 12 Ribu Hektare Mangrove di Kaltim

  • 31 Jul 2026 07:58 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Proyek Mangrove for Coastal Resilience atau M4CR menargetkan rehabilitasi sekitar 12 ribu hektare kawasan mangrove di Kalimantan Timur hingga akhir tahun 2026. Program tersebut akan dilaksanakan di lima kabupaten dan kota, termasuk wilayah Ibu Kota Nusantara atau IKN.

Target rehabilitasi itu disampaikan Provincial Project Implementation Unit atau PPIU Manager M4CR Kalimantan Timur, Asman Aziz, dalam kegiatan Dialog Media “Potret dan Transformasi Mangrove Kaltim Bersama M4CR” di salah satu hotel di Samarinda pada Kamis 30 Juli 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan ekosistem pesisir sekaligus penguatan pengelolaan mangrove secara berkelanjutan.

Asman menjelaskan, berdasarkan data ekosistem mangrove nasional, luas kawasan mangrove yang masih eksisting di Kalimantan Timur mencapai sekitar 240 ribu hektare. Sementara itu, terdapat sekitar 111 ribu hektare kawasan yang berpotensi menjadi sasaran rehabilitasi akibat mengalami kerusakan atau perubahan fungsi lahan.

“Kalau target kami terpenuhi semuanya sampai di akhir tahun ini, kami mungkin akan menanam di sekitar 12 ribu hektare di Kalimantan Timur, di lima kabupaten dan kota, termasuk IKN,” kata Asman Aziz. Ia berharap target tersebut dapat memperkuat upaya pemulihan kawasan pesisir sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga mangrove.

Berdasarkan kondisi tutupan lahan, sekitar 83 persen mangrove eksisting di Kalimantan Timur masih memiliki tutupan lebat. Sementara sekitar 15 persen memiliki tutupan sedang dan sekitar 2 persen tergolong jarang atau mulai mengalami kerusakan.

M4CR saat ini juga melakukan pemulihan ekosistem pesisir di Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara. Program tersebut tidak hanya mencakup penanaman, tetapi juga rehabilitasi dan pengelolaan lanskap mangrove yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan serta manfaat ekonomi masyarakat.

Asman berharap program rehabilitasi dapat menjadi contoh bagi masyarakat di wilayah pesisir untuk ikut menjaga ekosistem mangrove. "Perubahan pola pikir dan peningkatan pemahaman masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga mangrove yang memiliki peran strategis terhadap iklim dan kelestarian lingkungan," ujarnya. (zul)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....