BPSDM Kaltim Buka Wawasan ASN terhadap Peluang Ekonomi Kreatif dari Voice Over
- 24 Jul 2026 15:21 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Timur (BPSDM Kaltim) mendorong aparatur sipil negara (ASN) melihat keterampilan voice over sebagai salah satu kompetensi yang dapat dikembangkan di sektor ekonomi kreatif.
Moderator BPSDM Kaltim, Badi’ Zulfa Nihayati, mengatakan kemampuan mengolah suara tidak hanya bermanfaat untuk mendukung penyampaian informasi pemerintahan. Menurutnya, keterampilan tersebut juga dapat menjadi peluang tambahan bagi ASN untuk mengembangkan potensi diri di luar tugas kedinasan dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.
“Suara itu juga bisa menjadi side hustle atau tambahan penghasilan bagi ASN dan ini merupakan peluang di industri ekonomi kreatif,” ujar Badi’ Zulfa Nihayati. Ia menilai perkembangan industri konten digital telah membuka kebutuhan terhadap kemampuan voice over untuk berbagai jenis produksi.
Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi, mengatakan pengembangan kompetensi ASN harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan birokrasi dan perkembangan zaman. Menurutnya, ASN masa kini dituntut adaptif, kreatif, berintegritas, menguasai teknologi, serta mampu menciptakan nilai tambah dari kompetensi yang dimiliki.
“Peluang tersebut harus dijalankan dengan tetap menjunjung tinggi integritas, mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, menghindari konflik kepentingan, serta tidak mengganggu pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai ASN,” kata Nina Dewi pada Kamis 23 Juli 2026. Ia menegaskan, kemampuan voice over dapat dikembangkan secara profesional selama tetap berada dalam koridor etika dan aturan yang berlaku.
Dalam kegiatan tersebut, BPSDM Kaltim juga menyoroti perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence yang mampu menghasilkan suara sintetis hingga melakukan cloning suara. Teknologi tersebut dinilai dapat memberikan efisiensi dalam produksi konten, namun sekaligus menghadirkan tantangan terkait keaslian informasi, perlindungan identitas, etika, dan potensi penyalahgunaan konten digital.
Nina Dewi mengatakan kualitas suara manusia tetap memiliki nilai yang tidak sepenuhnya dapat digantikan teknologi karena mengandung empati, konteks, kepekaan budaya, dan tanggung jawab moral. Melalui pengembangan Kalimantan Timur Corporate University, BPSDM Kaltim berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang relevan agar ASN dapat memanfaatkan kompetensi komunikasi dan teknologi secara cerdas, bertanggung jawab, serta berintegritas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....