Anak Gepeng Masuk Sekolah Rakyat, Orang Tua Jalani Pembinaan di Panti Sosial Kaltim
- 14 Jul 2026 11:54 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pemerintah terus berupaya memutus mata rantai kehidupan anak-anak yang terlibat dalam aktivitas mengemis di jalanan. Melalui pembinaan keluarga gelandangan dan pengemis (gepeng), anak-anak akan diarahkan untuk mendapatkan pendidikan, sementara orang tua diberikan pembinaan agar mampu hidup lebih mandiri.
Hal itu disampaikan Kepala UPTD Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Harapan Mulia, Robby Irawan, dalam obrolan SPADA PRO 2 RRI Samarinda Senin, 13 Juli 2026. Ia mengatakan, penanganan terhadap keluarga gepeng dilakukan dengan pendekatan pembinaan, terutama bagi mereka yang bersedia mengikuti proses rehabilitasi sosial.
“Kalau ada yang mau itu anaknya kita sekolahkan. Kalau tidak bisa kita masukkan mereka memang sekeluarga, tidak bisa dipisah. Artinya anaknya masih kecil itu nanti kita sekolahkan,” ujarnya.
Menurutnya, program Sekolah Rakyat menjadi salah satu pilihan untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga gepeng. Saat ini, terdapat anak yang mengikuti program tersebut, sementara orang tuanya tetap mendapatkan pembinaan di panti sosial.
“Kebetulan di panti kami ada dua anak yang masuk di Sekolah Rakyat itu. Jadi ibunya ditangani di dalam panti, anaknya bersekolah di Sekolah Rakyat itu,” katanya.
Robby menjelaskan, pembinaan terhadap orang tua dilakukan melalui berbagai program pelatihan yang bertujuan mengembalikan fungsi sosial mereka. Pembekalan keterampilan diberikan agar mereka memiliki kemampuan untuk beradaptasi kembali di lingkungan masyarakat.
“Program pelatihan yang ada di tempat kami itu tujuannya nanti adalah mengembalikan fungsi sosial mereka. Artinya mereka bisa beradaptasi lagi dengan masyarakat, memiliki skill kemampuan, contohnya berjualan, sehingga mereka bisa menghasilkan dan akhirnya bisa mandiri sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah menjalani pembinaan, pihaknya akan melakukan proses reintegrasi sosial dan pemantauan untuk melihat kesiapan mereka kembali ke masyarakat. Menurutnya, perubahan dapat terjadi apabila penerima layanan memiliki kemauan untuk memperbaiki kondisi hidupnya.
“Kalau yang memang dia mau berubah, tentunya ini akan menjadi satu hal yang menarik. Pastinya dia sudah memiliki kesempatan untuk sekolah, sebelumnya belum pernah bersekolah. Nah, ini adalah pasti mereka merasa senang,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....