Kemenag Kaltim Dorong Madrasah Inklusif Layani Seluruh Anak

  • 09 Jul 2026 11:48 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur melalui Bidang Pendidikan Madrasah menggelar Workshop Penguatan Pendidikan Inklusi bagi Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah se-Kalimantan Timur, Rabu 8 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman satuan pendidikan dalam memberikan layanan yang setara bagi seluruh peserta didik.

Workshop diikuti kepala madrasah, wakil kepala madrasah, serta para guru dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan penguatan konsep pendidikan inklusi sekaligus strategi penerapannya di lingkungan madrasah.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Kaltim, Sabransyah, mengatakan pendidikan inklusi bukan berarti seluruh madrasah harus berubah menjadi Sekolah Luar Biasa. Menurutnya, pendidikan inklusi menekankan kesiapan madrasah membuka ruang belajar yang adil bagi semua anak tanpa membedakan kondisi maupun latar belakangnya.

Sabransyah menjelaskan setiap anak memiliki kemampuan, tantangan, dan kebutuhan belajar yang berbeda. Karena itu, seluruh peserta didik memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.

"Pendidikan inklusi bukan berarti semua madrasah harus menjadi Sekolah Luar Biasa, tetapi bagaimana madrasah mampu membuka ruang bagi setiap anak untuk belajar bersama, dihargai, diterima, dan memperoleh kesempatan berkembang sesuai potensi yang dimiliki," ujar Sabransyah.

Sabransyah menambahkan paradigma pendidikan juga perlu diubah dari sekadar menilai kemampuan anak mengikuti pembelajaran menjadi kesiapan madrasah dalam memenuhi kebutuhan belajar setiap peserta didik. "Hal ini penting terutama pada masa penerimaan peserta didik baru agar anak penyandang disabilitas maupun yang memiliki hambatan belajar tetap memperoleh kesempatan bersekolah," katanya.

Melalui workshop tersebut, Kanwil Kemenag Kaltim menilai seluruh madrasah di Kalimantan Timur secara bertahap mampu menerapkan pendidikan inklusi. Langkah itu diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak, bebas diskriminasi, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta didik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....