Duta Genre Kaltim Tekankan Regulasi Emosi sebagai Kunci Kesehatan Mental Remaja

  • 04 Jul 2026 17:33 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Kalimantan Timur menekankan pentingnya kemampuan regulasi emosi sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan mental remaja. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Penguatan Materi bagi Konselor Sebaya, yang diikuti oleh konselor sebaya, fasilitator kesehatan mental, serta pengurus Generasi Berencana (Genre) dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Duta Generasi Berencana (Genre) Putri Kalimantan Timur 2025, Nayuthaya Nazwa Nanzani, menjelaskan emosi merupakan hal yang wajar dan alami dialami oleh setiap individu. Menurutnya, setiap orang pasti pernah merasakan emosi seperti marah, sedih, kecewa, cemas, maupun bahagia dalam berbagai situasi kehidupan.

Nazwa mengatakan, masih banyak remaja yang memahami regulasi emosi sebagai upaya untuk menahan, menekan, atau bahkan menghilangkan emosi yang dirasakan. Padahal, regulasi emosi bukan berarti seseorang tidak boleh marah, sedih, atau kecewa, melainkan bagaimana seseorang dapat mengenali, memahami, dan menyalurkan emosi tersebut dengan cara yang sehat dan tepat.

"Tujuan kita bukan menghilangkan emosi, tetapi bagaimana kita bisa meregulasikan dan menyalurkan emosi tersebut dengan baik tanpa menyakiti diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan sekitar," kata Nazwa saat menyampaikan materi. Jum'at 3 Juli 2026.

Menurut Nazwa, setiap individu pasti pernah mengalami emosi negatif, seperti marah, sedih, kecewa, takut, maupun cemas. Namun, hal yang membedakan setiap orang adalah bagaimana cara mereka merespons, mengelola, dan mengambil keputusan ketika berada dalam kondisi emosional tersebut.

Secara umum terdapat dua tipe respons seseorang ketika menghadapi emosi. Sebagian orang cenderung bereaksi secara spontan dan meluapkan emosinya secara langsung, sementara sebagian lainnya berusaha memahami penyebab emosinya, menenangkan diri, kemudian mencari solusi yang lebih tepat sebelum bertindak.

Nazwa menilai kemampuan mengelola emosi menjadi semakin penting pada masa remaja, karena pada fase tersebut seseorang sedang mengalami berbagai perubahan fisik, psikologis, maupun sosial. Kondisi tersebut membuat remaja lebih rentan mengalami gejolak emosi yang intens sehingga memerlukan pendampingan dan pemahaman yang tepat.

"Kami berharap pemahaman mengenai regulasi emosi dapat menjadi bekal penting bagi para konselor sebaya dalam mendampingi remaja menghadapi berbagai tantangan psikologis. Dengan demikian, kesehatan mental remaja dapat terjaga secara lebih baik," ujar Nazwa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....