Harga Tiket Pesawat Masih Tinggi, Sektor Pariwisata Samarinda Terdampak
- 03 Jul 2026 13:09 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Tingginya harga tiket pesawat masih menjadi tantangan bagi pengembangan sektor pariwisata di Kalimantan Timur. Kondisi tersebut terjadi meskipun harga avtur telah mengalami penurunan sejak awal Juni 2026, namun belum diikuti secara signifikan oleh penyesuaian tarif penerbangan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda, Supriyanto, menjelaskan PT Pertamina Patra Niaga telah menurunkan harga avtur rata-rata sebesar 10 persen mulai 1 Juni 2026. Penurunan harga bahan bakar pesawat tersebut diharapkan dapat mendorong penyesuaian tarif penerbangan, terutama pada rute-rute domestik yang melayani Kalimantan Timur.
Namun demikian, hingga akhir Juni 2026, harga tiket pesawat di Bandara APT Pranoto Samarinda masih tercatat relatif tinggi. Kondisi ini dinilai masih menjadi hambatan bagi mobilitas masyarakat dan pengembangan sektor pariwisata daerah.
"Harga tiket pesawat di Bandara APT Pranoto Samarinda masih relatif tinggi meskipun telah terjadi penurunan harga avtur," ujar Supriyanto dalam rilis BPS Samarinda, Rabu 1 Juli 2026.
Supriyanto menjelaskan, tingginya tarif penerbangan sebelumnya dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal. Di antaranya adalah dinamika geopolitik global, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, serta kenaikan harga energi dunia yang berdampak pada meningkatnya biaya operasional maskapai penerbangan.
Menurut Supriyanto, meskipun harga avtur telah mengalami penyesuaian, maskapai penerbangan masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan struktur biaya operasional mereka. "Akibatnya, manfaat penurunan harga avtur belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat dalam bentuk penurunan harga tiket," katanya.
BPS menilai keterjangkauan transportasi udara masih menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata daerah. Ketersediaan akses transportasi yang lebih terjangkau dinilai akan berpengaruh terhadap peningkatan mobilitas masyarakat serta daya saing destinasi wisata di Kalimantan Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....