Harga Tiket Pesawat Naik, Pelaku Wisata Kaltim Mulai Rasakan Dampaknya
- 04 Jun 2026 10:19 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kenaikan harga tiket pesawat mulai berdampak pada sektor pariwisata di Kalimantan Timur. Sejumlah pelaku usaha wisata mencatat adanya pembatalan kunjungan wisatawan dari luar daerah, bahkan setelah sebelumnya melakukan pemesanan dan pembayaran uang muka.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Kalimantan Timur, Dian Rosita, mengatakan dampak tersebut sudah mulai dirasakan dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi itu tidak hanya dirasakan pelaku wisata, tetapi juga sektor perhotelan dan perjalanan wisata.
"Sudah terjadi. Beberapa grup yang akan datang ke Kalimantan Timur banyak yang cancel. Teman-teman dari tour and travel maupun hotel juga menyampaikan hal yang sama," ujarnya kepada rri.co.id, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurut Dian, sejumlah rombongan wisata yang sebelumnya telah merencanakan perjalanan ke Kalimantan Timur terpaksa menunda kunjungan setelah terjadi kenaikan harga tiket pesawat yang cukup signifikan pada Mei lalu. Padahal, sebagian di antaranya sudah melakukan pemesanan jauh hari dan membayar uang muka.
Kondisi tersebut membuat anggaran perjalanan yang telah disusun sebelumnya tidak lagi sesuai dengan perencanaan sehingga banyak wisatawan memilih menunda keberangkatan hingga waktu yang belum ditentukan.
"Ada yang sudah DP dua bulan sebelumnya dan sudah merencanakan perjalanan. Tapi ketika harga tiket naik, anggaran mereka berubah dan akhirnya memilih membatalkan perjalanan," kata Dian.
Meski belum memiliki data pasti terkait persentase penurunan kunjungan wisatawan, Dian menilai dampaknya sudah mulai terlihat dari berbagai indikator. Salah satunya tingkat okupansi hotel yang menurutnya mengalami penurunan cukup tajam.
Ia menyebut tingkat keterisian kamar hotel saat ini hanya berada di kisaran 30 persen. Selain itu, sejumlah maskapai juga diketahui mengurangi frekuensi penerbangan ke Kalimantan Timur karena menurunnya permintaan penumpang.
Namun menurut Dian, dampak terbesar saat ini dirasakan pada kunjungan wisatawan dari luar pulau. Padahal, Kalimantan Timur dalam waktu dekat juga akan menjadi tuan rumah sejumlah agenda nasional maupun internasional yang berpotensi mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah.
Karena itu, pihaknya masih terus mengamati kemungkinan dampak kenaikan harga tiket terhadap pelaksanaan berbagai kegiatan tersebut, termasuk potensi pembatalan peserta dari luar daerah.
"Kalimantan Timur ada event internasional di Paser, yaitu International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) 2026 pada 4-7 Juni di Sultan Hill. Nah ini juga kita akan amati apakah terjadi banyak cancel dari para peserta untuk datang ke Paser. Jadi kami sampai sekarang masih mengamati masalah penurunan itu," ucap Dian.
Untuk mengantisipasi penurunan kunjungan wisatawan, Dian menuturkan pihaknya sudah menyiapkan strategi. Salah satunya dengan mengoptimalkan pasar wisatawan lokal yang selama ini menjadi kekuatan utama sektor pariwisata daerah.
"Kami memang fokus pada wisatawan lokal. Belajar dari masa pandemi, ternyata destinasi wisata di Kalimantan Timur tetap bisa bertahan dengan mengandalkan kunjungan masyarakat lokal," kata dia.
Menurut Dian, antusiasme masyarakat Kalimantan Timur untuk berwisata masih cukup tinggi. Selain itu, kualitas sejumlah destinasi wisata di daerah juga terus berkembang sehingga mampu menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin berlibur tanpa harus bepergian ke luar daerah.
Namun di samping itu, ia berharap kondisi harga tiket pesawat dapat kembali stabil sehingga tidak semakin membebani wisatawan yang ingin berkunjung ke Kalimantan Timur dan berdampak lebih luas terhadap sektor pariwisata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....