BPS Samarinda Catat Inflasi Tahunan Tertinggi di Kalimantan Timur

  • 03 Jul 2026 12:39 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda mencatat inflasi tahunan atau year on year (yoy) Kota Samarinda pada Juni 2026 mencapai 3,53 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara seluruh daerah penghitungan inflasi di Provinsi Kalimantan Timur, menunjukkan masih kuatnya tekanan harga di ibu kota provinsi tersebut.

Kepala BPS Kota Samarinda, Supriyanto, mengatakan inflasi bulanan atau month to month (mtm) pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,72 persen. Sementara itu, inflasi kalender atau year to date sejak Januari hingga Juni 2026 mencapai 2,63 persen.

"Pada bulan Juni tahun 2026 terjadi inflasi month to month sebesar 0,72 persen, inflasi year on year sebesar 3,53 persen, dan inflasi kalender sebesar 2,63 persen," kata Supriyanto dalam rilis resmi BPS Kota Samarinda.

Supriyanto menjelaskan, inflasi pada Juni 2026 dipengaruhi oleh sejumlah kelompok pengeluaran, dengan kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar. Kelompok tersebut mencatat inflasi sebesar 4,03 persen dengan andil mencapai 0,53 persen terhadap total inflasi bulanan.

Menurut Supriyanto, tingginya inflasi pada kelompok transportasi tidak terlepas dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan masih tingginya tarif angkutan udara.

"Selain kelompok transportasi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga memberikan kontribusi terhadap inflasi dengan andil sebesar 0,04 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki turut menyumbang inflasi dengan andil yang sama, seiring adanya penyesuaian harga pada sejumlah komoditas," ujar Supriyanto, pada Rabu 1 Juli 2026.

Berdasarkan komoditas penyumbang inflasi, bensin menjadi faktor utama dengan andil sebesar 0,33 persen. Selanjutnya, tarif angkutan udara menyumbang inflasi sebesar 0,16 persen, disusul kenaikan harga bawang merah sebesar 0,07 persen.

Untuk inflasi tahunan, BPS mencatat emas perhiasan menjadi komoditas dengan andil terbesar terhadap kenaikan harga, yakni sebesar 0,63 persen. Selain itu, bensin, sigaret kretek mesin, beras, serta ikan layang juga menjadi penyumbang inflasi secara tahunan.

Di tingkat regional, Samarinda tercatat sebagai daerah dengan inflasi tahunan tertinggi di Kalimantan Timur pada Juni 2026. Sementara itu, inflasi tahunan terendah terjadi di Kota Balikpapan yang tercatat sebesar 2,80 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....