Hari Bhayangkara Jadi Momentum Polres PPU Perkuat Kepercayaan Masyarakat

  • 01 Jul 2026 17:53 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Penajam Paser Utara – Memasuki usia ke-80 tahun, Kepolisian Negara Republik Indonesia dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks, mulai dari kejahatan siber, peredaran narkotika, hingga menjaga stabilitas keamanan di wilayah strategis nasional seperti Ibu Kota Nusantara (IKN). Di tengah dinamika tersebut, penguatan kepercayaan publik menjadi salah satu fondasi utama yang terus dibangun Polri melalui peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Semangat itu tercermin dalam Upacara Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar Polres Penajam Paser Utara di halaman Mapolres PPU, Rabu, 1 Juli 2026. Mengusung tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat", peringatan tersebut tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum evaluasi dan refleksi terhadap perjalanan panjang pengabdian institusi kepolisian kepada bangsa.

Upacara dipimpin Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Andreas Alek Danantara dan dihadiri Wakil Bupati Penajam Paser Utara Abdul Waris Muin, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga insan pers. Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan pentingnya sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah yang kini menjadi penyangga IKN.

Dalam amanat Presiden Republik Indonesia yang dibacakan inspektur upacara, ditegaskan bahwa seluruh tugas Polri harus selalu bermuara pada kepentingan masyarakat. Polri diharapkan terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang bekerja secara profesional, transparan, akuntabel, serta berkeadilan.

Presiden juga mengingatkan bahwa perubahan lanskap keamanan global menuntut Polri terus bertransformasi. Perkembangan teknologi informasi, ancaman kejahatan transnasional, hingga dinamika geopolitik dunia menjadi tantangan baru yang harus direspons melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta penguatan komunikasi publik.

Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Andreas Alek Danantara mengatakan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bahwa kepercayaan masyarakat tidak diperoleh melalui slogan, tetapi dibangun melalui pelayanan yang konsisten dan kerja nyata di lapangan.

"Delapan puluh tahun perjalanan Polri merupakan sejarah panjang pengabdian kepada bangsa dan negara. Melalui momentum Hari Bhayangkara ini, kami terus memperkuat komitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, cepat, transparan, humanis, dan berkeadilan. Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga," ujarnya.

Menurut Andreas, posisi Penajam Paser Utara sebagai wilayah penyangga IKN menghadirkan tantangan tersendiri bagi institusi kepolisian. Mobilitas masyarakat yang terus meningkat, masuknya investasi, hingga pembangunan berbagai proyek strategis nasional membutuhkan situasi keamanan yang stabil agar pembangunan dapat berjalan sesuai harapan.

Karena itu, Polres PPU terus memperkuat kolaborasi bersama TNI, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kondusivitas wilayah. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk menjawab berbagai tantangan keamanan yang terus berkembang.

"Kami mengajak seluruh personel menjadikan Hari Bhayangkara sebagai motivasi meningkatkan disiplin, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis Polri akan semakin dipercaya dan semakin dicintai masyarakat," katanya.

Peringatan Hari Bhayangkara di Polres PPU juga diisi berbagai atraksi yang melibatkan Polisi Cilik Presisi, demonstrasi kemampuan personel Sat Samapta, simulasi pengamanan VIP Protection dan Escort, hingga penyerahan penghargaan kepada para pemenang perlombaan. Rangkaian kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi menunjukkan kesiapan sumber daya manusia Polri dalam menjalankan berbagai fungsi pelayanan dan pengamanan.

Di usia delapan dekade, Polri dituntut tidak hanya mampu menjaga keamanan, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat. Di tengah pembangunan IKN yang membawa perubahan besar bagi Kalimantan Timur, kehadiran kepolisian yang profesional, adaptif, dan humanis menjadi salah satu faktor penting untuk menciptakan rasa aman sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....