Petani Milenial Dorong Kemandirian Pangan Kalimantan Timur

  • 01 Jul 2026 14:12 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Keberadaan petani milenial di Kota Samarinda dinilai semakin strategis dalam memperkuat ketahanan pangan Kalimantan Timur, terutama sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Di tengah masih tingginya ketergantungan pasokan sayuran dari luar daerah, generasi muda yang mulai mengembangkan sektor hortikultura menjadi harapan baru untuk mengurangi ketergantungan tersebut sekaligus memperkuat swasembada pangan.

Salah satu petani milenial di Kecamatan Palaran, Ramadan, membuktikan bahwa usaha hortikultura masih memiliki prospek yang menjanjikan. Di lahan sekitar seperempat hektare, ia membudidayakan kacang panjang dan buncis yang kini telah memasuki panen kedelapan.

Menurut Ramadan, kedua komoditas tersebut dipilih karena relatif mudah dibudidayakan, tidak memerlukan biaya produksi yang terlalu besar, serta memiliki masa panen yang panjang apabila perawatannya dilakukan dengan baik.

"Modal awal sekitar Rp1 juta untuk pupuk kandang dan obat-obatan. Biasanya panen keempat atau kelima sudah balik modal. Kalau perawatannya bagus, tanaman bisa dipanen sampai 15 bahkan 20 kali petikan," katanya kepada rri.co.id, Rabu, 1 Juli 2026.

Ia menjelaskan sebagian besar kebutuhan pupuk kandang masih dapat dipenuhi dari peternak ayam di sekitar Palaran. Ketersediaan lahan pertanian juga masih cukup luas sehingga sebenarnya memiliki peluang besar untuk pengembangan hortikultura apabila didukung dengan sarana produksi yang memadai.

Namun di balik peluang tersebut, Ramadan mengaku petani masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah fluktuasi harga ketika musim panen raya berlangsung. Melimpahnya produksi dari berbagai daerah membuat pengepul kesulitan menyerap seluruh hasil panen sehingga harga jual di tingkat petani menjadi kurang menguntungkan.

"Kalau panen bersamaan, pengepul juga mengeluh karena hasilnya banyak. Akhirnya harga ikut bersaing," ujarnya.

Selain persoalan pemasaran, keterbatasan alat dan mesin pertanian juga masih menjadi kendala. Ramadan berharap adanya dukungan pemerintah berupa penyediaan alat pertanian seperti traktor agar pekerjaan pengolahan lahan menjadi lebih ringan dan efisien, sekaligus mampu meningkatkan produktivitas petani muda.

Keberadaan petani milenial dinilai memiliki arti penting bagi Kalimantan Timur yang saat ini tengah bersiap menjadi pusat pertumbuhan baru nasional melalui pembangunan IKN. Kebutuhan pangan, khususnya sayuran segar, diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Meski memiliki potensi lahan yang luas, sebagian kebutuhan sayuran Kalimantan Timur hingga kini masih dipasok dari luar daerah seperti Sulawesi Selatan dan Jawa. Kondisi tersebut membuat pasokan rentan terganggu apabila terjadi hambatan distribusi maupun kenaikan biaya logistik.

Karena itu, penguatan petani milenial tidak hanya dipandang sebagai upaya menciptakan lapangan kerja baru di sektor pertanian, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang untuk memperkuat kemandirian pangan daerah. Sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat yang mendorong regenerasi petani melalui Program Petani Milenial, peningkatan produktivitas hortikultura di daerah penyangga IKN diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Dengan dukungan teknologi, mekanisasi pertanian, akses pemasaran, serta pendampingan yang berkelanjutan, petani muda diyakini dapat menjadi salah satu motor penggerak ketahanan pangan Kalimantan Timur di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....