Panen Melimpah di Tengah El Nino, Petani Sidomulyo Raup Produksi 150 Ton Setahun

  • 13 Sep 2026 19:05 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID. Anggana - Ancaman El Nino yang memicu kondisi kering tidak menyurutkan produktivitas petani di Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Hamparan sawah di desa tersebut justru mampu menghasilkan panen yang cukup melimpah. Dukungan program pertanian dari Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dinilai turut membantu petani menjaga produktivitas lahan di tengah tantangan cuaca.

Kepala Desa Sidomulyo, Agus Heriyanto, mengatakan bantuan dan pendampingan yang diberikan sangat dirasakan manfaatnya oleh para petani. Program tersebut membantu petani dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlangsungan usaha pertanian.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya program dan bantuan untuk pertanian ini. Di tengah kondisi El Nino, petani masih bisa mendapatkan hasil panen yang cukup baik,” kata Agus.

Menurut dia, dari sekitar 10 hektare lahan yang menjadi lokasi pertanian yang didukung program tersebut, produktivitas rata-rata mencapai sekitar 5 ton gabah per hektare dalam sekali panen. Dengan produktivitas tersebut, sekali panen dari 10 hektare lahan dapat menghasilkan sekitar 50 ton gabah.

“Rata-rata hasilnya sekitar lima ton per hektare. Jadi kalau 10 hektare, sekali panen bisa sekitar 50 ton,” ujarnya. Produktivitas tersebut semakin signifikan karena dalam satu tahun petani di Sidomulyo dapat melakukan hingga tiga kali panen. Jika produksi rata-rata mencapai 50 ton setiap panen, maka dalam tiga kali musim panen produksi dari luasan tersebut dapat mencapai sekitar 150 ton per tahun.

Agus menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa produktivitas pertanian tetap dapat dijaga meski petani menghadapi tantangan perubahan cuaca dan ancaman kekeringan. “Kalau dalam setahun bisa tiga kali panen, produksinya bisa mencapai sekitar 150 ton,” katanya.

Ia berharap dukungan terhadap sektor pertanian di Sidomulyo dapat terus dilanjutkan dan diperkuat. Menurutnya, bantuan tidak hanya berdampak terhadap hasil produksi, tetapi juga memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa sektor pertanian masih memiliki prospek untuk dikembangkan. Terlebih, Desa Sidomulyo selama ini menjadi salah satu kawasan yang memiliki peran penting dalam produksi pangan di Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Harapannya program seperti ini terus berlanjut karena sangat membantu petani. Apalagi kondisi cuaca sekarang tidak menentu, sehingga dukungan untuk meningkatkan produktivitas sangat diperlukan,” tutur Agus.

Keberhasilan panen tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia dan petani dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Di tengah ancaman El Nino, penguatan teknologi, pendampingan dan dukungan sarana produksi menjadi salah satu upaya untuk memastikan lahan pertanian tetap produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....