Gratispol Pendidikan Didorong Perbanyak Mahasiswa Kaltim Kuliah di Al-Azhar

  • 01 Jul 2026 13:50 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Program Gratispol Pendidikan yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendapat apresiasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang lebih luas bagi generasi muda Kaltim melanjutkan pendidikan ke luar negeri, khususnya di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Apresiasi itu disampaikan Direktur Penerangan Agama Islam (Dirpenais) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Muchlis Muhammad Hanafi, saat bertemu Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Selasa, 30 Juni 2026.

Muchlis mengatakan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam menyediakan akses pendidikan melalui Program Gratispol perlu disambut antusias oleh generasi muda. Menurutnya, kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus melahirkan kader-kader ulama dan intelektual yang mampu memberikan kontribusi bagi daerah.

"Kami sangat bangga atas komitmen Bapak Gubernur. Ini harus disambut dengan antusias oleh anak-anak Kaltim agar semakin banyak yang melanjutkan pendidikan ke Mesir, khususnya Universitas Al-Azhar Kairo," ujarnya.

Sekretaris Jenderal Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia itu menjelaskan, Universitas Al-Azhar selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam tertua dan berpengaruh di dunia. Lulusannya tidak hanya menjadi ulama, tetapi juga akademisi, pendidik, serta tokoh masyarakat yang membawa nilai Islam moderat dan toleran.

Menurut Muchlis, keberadaan lulusan Al-Azhar sangat dibutuhkan untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam bidang pendidikan dan dakwah yang mengedepankan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menegaskan pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada putra-putri Kaltim yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri melalui Program Gratispol Pendidikan.

"Kami sangat mendukung. Tidak kurang dari Rp1,5 triliun telah kami siapkan untuk membiayai pendidikan gratis bagi anak-anak Kaltim," kata Rudy.

Selain menyediakan anggaran pendidikan gratis, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga memberikan bantuan sekitar Rp13 juta per tahun kepada mahasiswa asal Kaltim yang menempuh pendidikan di Kairo, khususnya di Universitas Al-Azhar. Dukungan tersebut diharapkan dapat meringankan beban biaya hidup mahasiswa selama menjalani studi di Mesir.

Meski demikian, Rudy mengakui minat generasi muda Kalimantan untuk melanjutkan pendidikan di Al-Azhar masih relatif rendah. Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah mahasiswa asal Kalimantan yang menempuh studi di kampus tersebut saat ini diperkirakan baru sekitar 100 orang.

"Saya melihat minat anak-anak kita, bukan hanya di Kaltim tetapi juga di Kalimantan, masih sangat sedikit yang memilih kuliah di Al-Azhar Kairo. Ini tentu perlu kita dorong bersama," ucapnya.

Ia berharap semakin banyak putra-putri daerah memanfaatkan peluang tersebut, kemudian kembali ke Kalimantan Timur setelah menyelesaikan pendidikan untuk mengabdikan ilmu yang dimiliki. Kehadiran lulusan perguruan tinggi internasional, khususnya di bidang keislaman, dinilai akan menjadi modal penting dalam membangun karakter generasi muda sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....