Bunda PAUD PPU: Karakter Guru Menentukan Kualitas Pendidikan Anak

  • 24 Jul 2026 06:26 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Bunda PAUD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Dewi Yuliana, menilai keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak hanya ditentukan oleh metode pembelajaran, tetapi juga karakter yang dimiliki seorang guru. Menurutnya, pendidik harus lebih dulu menjadi teladan sebelum menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak.

Hal itu disampaikan Dewi saat memberikan sambutan dalam Kuliah Umum bagi mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Timur di Kampus 2 UNU Kaltim, Samarinda, Kamis, 23 Juli 2026.

"Pendidikan karakter tidak cukup diajarkan kepada anak, tetapi harus terlebih dahulu menjadi karakter yang melekat pada diri seorang pendidik," kata Dewi.

Ia menjelaskan, masa anak usia dini merupakan tahap penting dalam pembentukan karakter, kemampuan sosial dan emosional, kreativitas, rasa ingin tahu, hingga kebiasaan belajar. Karena itu, guru PAUD tidak hanya berperan menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi teladan, pembimbing, dan pendamping bagi anak.

Menurut Dewi, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan zaman membuat guru PAUD harus terus meningkatkan kompetensinya agar mampu memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak.

"Guru PAUD masa kini dituntut memiliki kemampuan pedagogik yang kuat, profesional, kreatif, inovatif, adaptif terhadap teknologi, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, dan berpusat pada anak," ujarnya.

Dewi mengatakan, peserta Program RPL yang mengikuti kuliah umum tersebut telah memiliki pengalaman mengajar di satuan PAUD. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kompetensi melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Ia pun berharap, seluruh peserta mengikuti proses pendidikan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di tempat mereka mengajar dan berdampak pada peningkatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini.

"Saya berharap seluruh peserta mengikuti proses ini dengan sungguh-sungguh sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan di satuan PAUD masing-masing," ucapnya.

Selain meningkatkan kompetensi guru, Dewi juga mengajak perguruan tinggi, pemerintah daerah, organisasi profesi, satuan PAUD, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat kerja sama dalam membangun layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, holistik integratif, dan ramah anak. Sebab menurutnya, keberhasilan pendidikan anak usia dini merupakan tanggung jawab bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....