Bontang Surplus Listrik, Wali Kota Pertanyakan Pemadaman Bergilir
- 30 Jun 2026 20:22 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Bontang - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kota Bontang selama beberapa hari terakhir memunculkan tanda tanya dari Pemerintah Kota Bontang. Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menilai kondisi tersebut tidak sejalan dengan kapasitas pembangkit listrik yang selama ini dimiliki daerah.
Menurut Neni, berdasarkan data yang dimiliki pemerintah, pasokan listrik di Bontang sebenarnya berada dalam kondisi surplus. Kapasitas pembangkit yang tersedia disebut mencapai sekitar 2x100 megawatt, sementara kebutuhan listrik masyarakat hanya berada di kisaran 150 megawatt.
Dengan kondisi tersebut, ia mempertanyakan alasan masih terjadinya pemadaman bergilir yang berdampak pada aktivitas masyarakat maupun dunia usaha.
"Padahal kita punya kelebihan sumber listrik. Karena itu saya ingin meminta penjelasan langsung dari PLN," ujarnya. Selasa 30 Juni 2026.
Neni menjelaskan, Kota Bontang memiliki beberapa sumber pembangkit yang selama ini menjadi penopang pasokan energi listrik, di antaranya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Kadere dan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG).
Menurutnya, keberadaan infrastruktur tersebut seharusnya mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat apabila seluruh sistem berjalan normal.
Pemadaman yang berlangsung bergiliran dalam beberapa hari terakhir telah memengaruhi berbagai aktivitas, mulai dari rumah tangga, pelayanan publik, hingga pelaku usaha yang bergantung pada pasokan listrik.
Karena itu, Pemerintah Kota Bontang meminta adanya penjelasan resmi dari PLN agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai penyebab gangguan serta perkiraan waktu normalisasi pasokan listrik.
Neni berharap koordinasi antara pemerintah daerah dan PLN dapat terus dilakukan sehingga setiap perkembangan kondisi kelistrikan dapat segera disampaikan kepada masyarakat secara terbuka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....