Pemadaman Bergilir Mulai Gerus Pendapatan Pedagang di Bontang
- 30 Jun 2026 20:25 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Bontang - Pemadaman listrik bergilir yang masih berlangsung di Kota Bontang mulai berdampak terhadap pelaku usaha kecil. Salah satu yang merasakan langsung dampaknya adalah Siti Hardina, pemilik warung es di kawasan Jalan KS Tubun, yang mengandalkan pasokan listrik untuk menyimpan bahan baku dan menjaga minuman tetap dingin.
Siti Hardina mengaku pemadaman yang terjadi selama beberapa jam membuat persediaan es batu cepat mencair. Kondisi tersebut membuat kualitas minuman yang telah disiapkan menurun dan berpotensi mengurangi pendapatan karena tidak seluruhnya bisa dijual kepada pelanggan.
Menurutnya, usaha warung es sangat bergantung pada listrik. Saat aliran listrik terputus, lemari pendingin tidak dapat berfungsi sehingga es batu maupun minuman dingin tidak mampu bertahan lama, terutama ketika permintaan sedang tinggi akibat cuaca panas.
"Kalau terus berlanjut tentu kami yang terdampak. Mau bagaimana lagi, karena ini memang sudah dijadwalkan," ujarnya. Selasa, 30 Juni 2026.
Selain mengalami kerugian akibat es yang mencair, ia juga mengeluhkan jadwal pemadaman yang dinilai belum selalu sesuai dengan informasi yang diumumkan. Siti Hardina menyebut listrik yang dijadwalkan padam pada pukul 12.00 Wita terkadang baru benar-benar terputus dua hingga tiga jam kemudian, sehingga menyulitkan pelaku usaha mengatur waktu produksi dan pelayanan kepada pelanggan.
Ia berharap PLN dapat memberikan kepastian jadwal pemadaman agar para pelaku usaha kecil memiliki waktu untuk mengantisipasi dampaknya dan mengatur operasional usaha dengan lebih baik.
Di sisi lain, PT PLN (Persero) ULP Bontang memastikan pemadaman bergilir masih akan berlangsung hingga Juli 2026 sebagai dampak gangguan pada sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan. PLN menyatakan terus melakukan upaya pemulihan agar pasokan listrik dapat kembali normal secepatnya sehingga aktivitas masyarakat dan pelaku usaha tidak lagi terganggu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....