DPRD Kaltim Dorong Percepatan Penetapan Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat

  • 25 Jun 2026 08:15 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur mendorong percepatan penetapan kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat sebagai kawasan konservasi nasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di wilayah Kalimantan Timur.

Anggota DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah, mengatakan kawasan karst yang membentang di wilayah Kabupaten Berau dan Kutai Timur itu memiliki nilai ekologis yang sangat tinggi. Selain berfungsi sebagai kawasan resapan air dan sumber mata air bagi masyarakat sekitar, wilayah tersebut juga menyimpan berbagai kekayaan alam yang perlu dijaga keberlangsungannya.

"Penetapan status konservasi nasional akan memberikan manfaat besar bagi daerah. Selain memperkuat perlindungan terhadap kawasan karst, status tersebut juga berpotensi mendatangkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk program konservasi maupun pengembangan sektor pariwisata," ujarnya pada Selasa 23 Juni 2026.

Syarifatul menjelaskan kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat memiliki banyak potensi wisata alam yang belum tergarap secara optimal. Berbagai destinasi dengan panorama alam yang unik dan eksotis dinilai memiliki daya tarik besar untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata unggulan di Kalimantan Timur.

Menurut Syarifatul, sejumlah lokasi seperti Puncak Ketepu dan kawasan gua prasejarah menjadi aset wisata yang memiliki nilai penting, tidak hanya bagi daerah tetapi juga bagi dunia internasional. Keberadaan situs-situs tersebut menjadi bukti kekayaan sejarah dan budaya yang tersimpan di kawasan karst tersebut.

Selain keindahan alamnya, kawasan ini juga dikenal memiliki lukisan telapak tangan purba yang ditemukan di beberapa gua. Temuan tersebut diperkirakan telah berusia ratusan hingga ribuan tahun dan menjadi salah satu warisan bersejarah yang harus terus dilestarikan.

Meski memiliki potensi besar, pengembangan kawasan wisata di wilayah tersebut masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah keterbatasan akses jalan menuju lokasi wisata yang pada musim hujan sering kali sulit dilalui kendaraan.

Menurut Syarifatul, peningkatan infrastruktur dan aksesibilitas menjadi salah satu kebutuhan mendesak agar potensi wisata di kawasan karst dapat berkembang lebih optimal. Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, kawasan ini diharapkan mampu menjadi destinasi wisata unggulan sekaligus kawasan konservasi yang tetap terjaga kelestariannya.

"Kita ingin kawasan ini dijaga kelestariannya. Kalau sudah menjadi kawasan konservasi nasional, akan ada dukungan dari pusat untuk pengembangan wisata dan perlindungan lingkungan," kata Syarifatul Sya’diah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....