Bisnis Pupuk Organik Raup Puluhan Juta di Tengah Tren Pertanian Hijau
- 22 Jun 2026 15:30 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Ketika sebagian orang masih memandang limbah pertanian sebagai barang buangan, Rini Wati justru melihatnya sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Dari rumah produksinya di Jalan MT Haryono, Samarinda, perempuan pelaku UMKM itu membangun bisnis berbasis pupuk organik dan media tanam yang kini menghasilkan omzet lebih dari Rp20 juta per bulan.
Perjalanan tersebut tidak lahir dalam waktu singkat. Sebelum menemukan pasar yang tepat, Rini mengaku pernah mencoba berbagai jenis usaha. Mulai dari pengepul besi tua, penyedia karung, hingga usaha jasa lainnya. Namun, sebagian besar tidak berkembang sesuai harapan. Pengalaman itu justru membentuk ketangguhannya dalam membaca peluang usaha yang memiliki prospek jangka panjang.
Pilihannya kemudian jatuh pada sektor pertanian organik. Keputusan tersebut tidak terlepas dari pengalaman keluarganya yang telah lama berkecimpung di bidang pertanian serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap media tanam yang lebih ramah lingkungan.
Di tengah tingginya ketergantungan sektor pertanian terhadap pupuk kimia, kehadiran pupuk organik menjadi alternatif yang semakin diminati. Selain mampu memperbaiki struktur tanah, pupuk organik juga membantu menjaga kesuburan lahan dalam jangka panjang dan mengurangi risiko degradasi tanah akibat penggunaan bahan kimia secara berlebihan.
"Kalau untuk omzet, alhamdulillah sudah mencapai Rp20 juta lebih per bulan dari cocopeat, sekam bakar, kohe ayam, kohe kambing dan beberapa produk media tanam lainnya," kata Rini Wati kepada rri.co.id , Senin 22 Juni 2026.
Menurutnya, pertumbuhan usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi barang, tetapi juga memahami kebutuhan pasar yang terus berubah. Karena itu, ia tidak hanya menjual cocopeat, tetapi juga mengembangkan berbagai produk turunan yang dibutuhkan petani, penghobi tanaman, perusahaan hingga instansi pemerintah.
Strategi diversifikasi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat usahanya mampu bertahan di tengah persaingan. Saat permintaan satu produk menurun, produk lainnya masih dapat menopang penjualan. Pendekatan ini juga membuat usaha lebih fleksibel dalam menghadapi dinamika pasar.
Selain aspek bisnis, usaha yang dijalankan Rini turut memberikan nilai tambah bagi lingkungan. Sabut kelapa yang sebelumnya kerap menjadi limbah kini diolah menjadi media tanam bernilai ekonomi. Demikian pula dengan limbah peternakan yang difermentasi menjadi pupuk organik siap pakai.
"Semua bahan yang ada di sini kami manfaatkan kembali menjadi produk yang berguna untuk pertanian. Jadi tidak ada yang terbuang percuma," ujarnya.
Fenomena meningkatnya minat masyarakat terhadap tanaman hias, urban farming, dan pertanian organik dalam beberapa tahun terakhir turut menjadi pendorong tumbuhnya pasar. Tidak hanya rumah tangga, permintaan juga datang dari perusahaan yang menjalankan program penghijauan serta kebutuhan penataan lanskap di berbagai wilayah Kalimantan Timur.
Rini mengungkapkan bahwa pesanan produknya kini datang dari berbagai daerah, mulai Balikpapan, Bontang, Sangatta hingga Tenggarong. Bahkan, beberapa kali produknya digunakan untuk mendukung kebutuhan penghijauan yang berkaitan dengan pembangunan kawasan Ibu Kota Nusantara.
"Peluangnya masih sangat besar karena kebutuhan media tanam dan pupuk organik terus meningkat. Yang penting kita terus menjaga kualitas produk dan kepercayaan pelanggan," katanya.
Di balik angka omzet yang diperoleh, tersimpan cerita tentang perubahan cara pandang terhadap limbah. Bagi Rini, keberhasilan usaha bukan semata-mata soal keuntungan, tetapi bagaimana bahan yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi dapat menjadi sumber penghidupan sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.
Di tengah dorongan pemerintah untuk memperkuat ekonomi hijau dan pengembangan UMKM berkelanjutan, model usaha seperti yang dijalankan Rini menunjukkan bahwa peluang bisnis masa depan tidak selalu lahir dari teknologi canggih. Terkadang, peluang itu justru muncul dari kemampuan melihat potensi pada sesuatu yang selama ini dianggap tidak berharga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....