BNN Gencarkan Lingkungan Sekolah Bebas Narkoba Melalui Program "Ananda Bersinar"
- 21 Jun 2026 21:22 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Menyadari serangan peredaran narkotika yang kian agresif menyasar anak-anak usia sekolah, Badan Narkotika Nasional (BNN) merancang strategi yang berfokus pada tindakan preventif sejak usia dini. Pendekatan ini diwujudkan melalui sebuah gerakan terstruktur berskala regional yang diberi nama program "Ananda Bersinar" atau Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika
Langkah fundamental ini diambil berdasarkan hasil evaluasi mendalam terhadap riwayat para pecandu dewasa, di mana mayoritas pengguna aktif kedapatan memulai paparan zat adiktif saat mereka masih berada di bawah umur tanpa deteksi dari lingkungan terdekat. Oleh sebab itu, penguatan benteng pertahanan harus digeser langsung ke lingkungan anak-anak.
"BNN itu punya namanya ‘Ananda Bersinar’. Startnya harus dari anak. Kalau orang tua sudah bisa kita ajak kita bangun kesadarannya. Nah, kalau anak kan mereka tidak tahu,” ujar Kepala Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah, Bambang Styawan, dikutip Minggu, 21 Juni 2026.
Dalam implementasi program "Ananda Bersinar", BNN tidak bergerak sendiri melainkan merangkul secara intensif pihak institusi pendidikan, mulai dari jajaran Kepala Sekolah, Guru Bimbingan Konseling (BK), wali kelas, hingga pihak jajaran Dinas Pendidikan. BNN mendorong agar materi mengenai bahaya zat adiktif terintegrasi dalam kurikulum resmi pengajaran di sekolah.
Selain pembenahan sisi kurikulum, poin krusial dari program ini adalah peningkatan kapasitas teknis dari para tenaga pendidik di lingkungan sekolah. Para guru dibekali dengan kemampuan klinis dasar untuk melakukan tindakan skrining serta deteksi dini guna memetakan potensi paparan narkoba terhadap para anak didik secara berkala.
"Guru-guru dan wali kelas itu diberikan kemampuan untuk screening deteksi dini. Semakin dini kita intervensi itu semakin bisa dipulihkan," katanya.
Ia membagikan panduan praktis bagi para pendidik dan orang tua mengenai indikator utama mendeteksi anak yang mulai terpapar zat berbahaya. Parameter yang paling valid dan mudah diamati adalah adanya perubahan drastis pada pola perilaku sosial harian serta capaian performa akademis anak di kelas.
"Yang paling mudah adalah dari pola perilakunya secara sosial. Biasanya dia rajin sekolah, tiba-tiba bolos sekolah gitu ya. Yang biasanya nilai akademisnya itu bagus, tiba-tiba drop gitu. Itu coba ditelusuri apakah di sana ada disinyalir," ucapnya.
Melalui upaya deteksi dini yang presisi, intervensi medis dapat segera diberikan sebelum zat adiktif merusak fungsi kognitif anak secara menyeluruh. Pihak Balai Rehabilitasi Narkotika Badan Narkotika Nasional (BNN) Tanah Merah menyatakan kesiapan penuh untuk memberikan fasilitas serta penanganan khusus yang ramah anak bagi setiap sekolah yang mendapati siswanya terindikasi menjadi korban guna memulihkan mereka secepat mungkin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....