Tahun Depan SRT 58 Pindah ke Kukar, Pemprov Kaltim Siapkan Lahan 8,7 Hektare
- 21 Jun 2026 12:47 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 58 Samarinda direncanakan menempati bangunan permanen baru di Kabupaten Kutai Kartanegara mulai tahun depan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) disebut telah menyiapkan lahan seluas 8,7 hektare untuk mendukung pengembangan sekolah tersebut.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni usai menghadiri kegiatan Open House SRT 58 pada Sabtu, 20 Juni 2026. Ia mengungkapkan, lokasi permanen SRT 58 berada di Kelurahan Timbau, dekat kawasan Bukit Biru, Kutai Kartanegara.
"Insyaallah tahun depan anak-anak ini sudah akan menempati gedung baru yang representatif. Pemprov Kaltim sudah menyiapkan lahan 8,7 hektare lokasinya di Kelurahan Timbau, dekat Bukit Biru," ujarnya, dikutip pada Minggu, 21 Juni 2026.
Saat ini, kegiatan belajar mengajar SRT 58 masih berlangsung di Jalan Erry Suparjan, Kelurahan Sempaja Selatan, Samarinda Utara. Meski berstatus lokasi sementara, Sri Wahyuni menilai fasilitas yang tersedia sudah cukup memadai untuk mendukung proses pembelajaran.
Sebab menurutnya, yang terpenting saat ini adalah memastikan anak-anak yang sebelumnya tidak memperoleh akses pendidikan dapat kembali bersekolah dan mendapatkan pendampingan yang layak.
"Fasilitas di sini cukup layak untuk memulai pembelajaran sekolah rakyat. Yang luar biasa justru perjuangan kepala sekolah dan guru mendidik anak-anak yang sebagian sudah lama putus sekolah," kata Sri Wahyuni, usai meninjau langsung proses belajar di SRT 58.
Ia menjelaskan, tidak sedikit siswa Sekolah Rakyat yang sebelumnya bertahun-tahun meninggalkan bangku pendidikan. Karena itu, proses adaptasi menjadi tantangan tersendiri, terlebih mereka harus tinggal di asrama dan mengikuti berbagai aturan yang baru bagi kehidupan mereka.
Namun, dalam satu tahun terakhir, perkembangan para siswa mulai terlihat. Mereka dinilai lebih nyaman berada di lingkungan sekolah dan mampu mengekspresikan diri melalui berbagai kegiatan.
Sekda mencontohkan, siswa kini aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, tampil dalam paduan suara, hingga memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana belajar dan mengisi waktu luang.
"Kalau seorang anak merasa nyaman, mereka bisa berekspresi dengan baik. Tadi kita lihat anak-anak sudah berani tampil, ikut kegiatan sekolah, dan memanfaatkan perpustakaan karena di sini tidak diperkenankan menggunakan gawai," ucapnya.
Selain pembangunan kampus permanen di Kutai Kartanegara, Pemprov Kaltim juga tengah menata lokasi Sekolah Rakyat lainnya. Sri menyebut siswa yang saat ini belajar di fasilitas sementara di Kompleks Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kaltim dan Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI) nantinya akan dipusatkan di kawasan Palaran, Samarinda.
Melalui pengembangan fasilitas tersebut, Pemprov Kaltim berharap program Sekolah Rakyat dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak dari keluarga rentan agar memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....