Karhutla Dekat Permukiman Warga di Teluk Bayur Berhasil Dikendalikan

  • 17 Jun 2026 07:21 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Labanan Makarti, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Selasa 16 Juni 2026 petang. Peristiwa tersebut menghanguskan sekitar 0,50 hektare lahan dan lokasinya berada dekat dengan permukiman masyarakat.

Laporan kejadian diterima petugas pada pukul 18.32 WITA, atau hanya beberapa menit setelah kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 18.30 WITA. Tim gabungan kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Dalam laporan yang dibagikan Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, menyampaikan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan yang diperparah kondisi cuaca panas di wilayah tersebut, ujarnya.

Menurut laporan sementara, meski api membakar lahan seluas kurang lebih setengah hektare, tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang terdampak langsung akibat kejadian tersebut.

Namun demikian, posisi titik kebakaran yang berada dekat kawasan permukiman membuat petugas bergerak cepat guna mencegah api meluas dan mengancam rumah-rumah warga di sekitar lokasi.

Setelah menerima laporan dari Manggala Agni dan Damkar Posko Labanan melalui aplikasi pesan singkat, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Berau, H. Masyhadi Muhdi, S.Hut., M.Si., langsung memberikan instruksi kepada Bidang Kedaruratan dan Logistik untuk melakukan koordinasi dengan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB), katanya.

Tim kemudian melakukan ground check sekaligus pendinginan di area bekas kebakaran. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa bara api yang masih aktif dan berpotensi menimbulkan kebakaran susulan, ucapnya.

Penanganan di lapangan melibatkan berbagai unsur, di antaranya TRC-PB BPBD Berau, Manggala Agni, Redkar, Babinsa, Masyarakat Peduli Api (MPA) KPHP, serta masyarakat setempat yang turut membantu proses pengendalian kebakaran.

Untuk mendukung operasi pemadaman dan pendinginan, tim mengerahkan dua unit kendaraan Dalkarhutla BPBD, satu unit water supply milik Disdamkar Labanan, serta satu unit kendaraan Hilux.

Hingga laporan sementara disampaikan, tidak terdapat kendala berarti dalam proses penanganan. Petugas tetap melakukan pemantauan di lokasi guna memastikan kondisi benar-benar aman dan tidak terjadi titik api baru yang dapat memicu kebakaran lanjutan di wilayah tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....