Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Giripurwa, Satu Warga Alami Luka Bakar
- 14 Jun 2026 20:03 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran yang melanda sebuah pondok dan area bekas pembakaran bata di RT 008 Desa Giripurwa, Kabupaten Penajam Paser Utara, Sabtu 13 Juni 2026, berhasil dipadamkan oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Penajam Paser Utara dalam waktu kurang dari satu jam.
Berdasarkan laporan yang disampaikan Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, peristiwa tersebut menghanguskan bangunan seluas kurang lebih 12 x 12 meter yang merupakan area bekas pembakaran bata milik Ibu Siti, termasuk sebuah pondok berukuran sekitar 3 x 3 meter.
Informasi awal mengenai kejadian diterima petugas dari warga bernama Sri Muliyati. Setelah menerima laporan, petugas piket Posko Petung langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman dan pencegahan agar api tidak meluas ke area sekitar.
Muriono menjelaskan, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang kemudian menyambar bangunan dan material di lokasi. Akibat kejadian tersebut, satu orang mengalami luka bakar pada bagian tangan dan telah mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Korban meninggal dunia dalam kejadian ini tidak ada, namun terdapat satu korban yang mengalami luka bakar pada bagian tangan," ujarnya.
Petugas menerima laporan dan berangkat menuju lokasi pada pukul 10.50 Wita. Tujuh menit kemudian atau pukul 10.57 Wita, tim tiba di lokasi dan langsung memulai operasi pemadaman.
Sebanyak tiga unit armada dikerahkan dalam penanganan kejadian tersebut, terdiri dari satu unit Fuso berkapasitas 5.000 liter dari Posko Petung, serta dua unit Brandweer berkapasitas 4.000 liter dan 5.000 liter dari Posko Waru.
Operasi pemadaman berlangsung selama 33 menit dan dinyatakan selesai pada pukul 11.30 Wita. Petugas memastikan seluruh titik api telah padam sehingga tidak berpotensi memicu kebakaran susulan.
"Setelah menerima laporan dari warga, petugas piket segera melaksanakan tindak lanjut pemadaman kebakaran secepatnya. Saat ini lokasi telah dipastikan padam dan petugas kembali siaga di posko," katanya.
Muriono menambahkan, tidak terdapat kendala berarti selama proses penanganan di lapangan. Lokasi kejadian yang berjarak sekitar 5,4 kilometer dari posko dapat dijangkau dengan cepat sehingga upaya pemadaman berjalan efektif.
Keberhasilan penanganan kebakaran ini menjadi bukti kesiapsiagaan personel pemadam kebakaran dalam merespons laporan masyarakat, sekaligus mengingatkan warga untuk lebih waspada terhadap potensi korsleting listrik yang dapat memicu kebakaran kapan saja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....