Empat Sekolah Lansia Dibentuk, Samarinda Siapkan Lansia Tangguh
- 08 Jun 2026 11:31 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda- Pemerintah Kota Samarinda mulai memperluas perhatian terhadap kelompok lanjut usia melalui pembentukan Sekolah Lansia. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lansia yang sehat, mandiri, produktif, dan tetap berdaya di tengah kehidupan masyarakat.
Tidak hanya fokus pada pembangunan generasi muda dan percepatan penurunan stunting, pembangunan keluarga di Samarinda juga diarahkan untuk memastikan kelompok lansia mendapatkan ruang pembelajaran dan pemberdayaan yang berkelanjutan. Melalui program Sekolah Lansia, para peserta dibekali berbagai pengetahuan untuk meningkatkan kualitas hidup pada usia lanjut.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, drg. Deasy Evriyani, saat Kick Off Pelayanan KB dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Gedung PKK Kota Samarinda, Senin, 8 Juni 2026.
Deasy menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari implementasi Sekolah Lansia Berdaya atau SIDAYA yang bertujuan mewujudkan lansia tangguh melalui penguatan tujuh dimensi kehidupan.
“Lansia tidak boleh dipandang sebagai kelompok yang hanya menerima pelayanan. Mereka tetap memiliki potensi untuk terus berkembang, berkarya, dan berkontribusi di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan capaian program yang dipaparkan DPPKB, hingga saat ini telah terbentuk empat Sekolah Lansia di Kota Samarinda. Salah satu capaian yang menjadi perhatian adalah berdirinya sekolah lansia yang dibiayai secara mandiri oleh masyarakat melalui dukungan Gereja Katolik Paroki Hati Kudus.
Menurut Deasy, hal tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kesejahteraan lansia tidak hanya tumbuh di lingkungan pemerintah, tetapi juga mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat.
Program SIDAYA sendiri dikembangkan melalui pendekatan pembelajaran yang mencakup tujuh aspek kehidupan lansia, yakni spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, vokasional, serta lingkungan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membantu lansia menjalani masa tua yang lebih sehat dan bermakna.
“Harapannya lansia tetap aktif, mandiri, sehat, dan memiliki ruang untuk terus belajar serta berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya,” katanya.
Selain meningkatkan kualitas hidup lansia, keberadaan sekolah lansia juga menjadi sarana memperkuat ketahanan keluarga. Lansia yang sehat dan produktif dinilai tetap dapat berperan sebagai sumber pengetahuan, pengalaman, serta penguat nilai-nilai keluarga di tengah masyarakat.
Deasy menambahkan peningkatan jumlah penduduk lanjut usia menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus disiapkan sejak dini. Karena itu, berbagai program pemberdayaan lansia akan terus diperkuat agar kelompok usia tersebut tetap memiliki kualitas hidup yang baik.
“Kami ingin mewujudkan lansia yang tangguh, berdaya, dan tetap produktif sehingga bisa menikmati masa tua dengan sehat dan bahagia,” ucapnya.
Melalui pengembangan Sekolah Lansia, Pemerintah Kota Samarinda berharap pembangunan keluarga dapat berlangsung secara menyeluruh, mulai dari anak-anak, usia produktif, hingga kelompok lanjut usia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....