Tagana Masuk Sekolah Perkuat Mitigasi Bencana Santri Samarinda

  • 05 Agt 2026 15:44 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Program Tagana Masuk Sekolah (TMS) kembali digelar sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di lingkungan pendidikan. Kali ini, kegiatan edukasi mitigasi bencana menyasar sekitar 250 santri dan santriwati Pondok Pesantren Al-Izzah Samarinda, Rabu 5 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dibuka Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur, Achmad Rasyidi, yang mewakili Kepala Dinas Sosial Kaltim. Hadir pula Forum Koordinasi Tagana Kaltim, unsur Taruna Siaga Bencana (Tagana), Kampung Siaga Bencana (KSB) Barito Samarinda, dewan guru, serta para santri.

Dalam sambutannya, Achmad Rasyidi menegaskan pendidikan mitigasi bencana perlu ditanamkan sejak dini. Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi sehingga setiap individu harus memiliki kemampuan dasar untuk melindungi diri dan membantu orang lain saat terjadi keadaan darurat.

"Indonesia berada di wilayah rawan bencana, sehingga pemahaman tentang mitigasi merupakan keterampilan wajib untuk menyelamatkan diri sendiri maupun orang-orang di sekitar kita," ujar Rasyidi, dikutip dari rilis Pemprov Kalimantan Timur.

Ia menjelaskan, Program Tagana Masuk Sekolah tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai mitigasi bencana, tetapi juga melatih peserta agar sigap, tanggap, dan mandiri ketika menghadapi situasi darurat. Melalui program ini, generasi muda diharapkan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekaligus ketangguhan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Rasyidi menambahkan, Kalimantan Timur memiliki beragam potensi bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, kekeringan, cuaca ekstrem, banjir bandang, gelombang ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, hingga bencana nonalam seperti kegagalan teknologi. Kondisi tersebut menuntut seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan secara berkelanjutan.

"Ketakutan terhadap bencana harus dihadapi dengan kesiapan. Salah satunya melalui edukasi mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan agar jumlah korban maupun kerugian akibat bencana dapat ditekan," katanya.

Di akhir kegiatan pembukaan, Rasyidi mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan penuh semangat agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Ikuti kegiatan ini dengan serius, tertib, dan gembira. Semoga ilmu yang didapat menjadi bekal untuk menjaga keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....