Pemprov Kaltim Serukan Revolusi Pengelolaan Sampah Dari Rumah
- 06 Jun 2026 11:38 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar kegiatan Kerja Bakti Lingkungan (Korve) di kawasan Islamic Center Samarinda dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Sabtu 6 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pengelolaan sampah dan menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Korve melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, hingga pelajar. Melalui kegiatan tersebut, Pemprov Kaltim ingin meningkatkan kesadaran sekaligus partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Timur, Joko Istanto, yang membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Moh. Jumhur Hidayat, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan momentum untuk memperkuat aksi nyata dalam menjaga bumi.
Menurutnya, persoalan sampah masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah. Kondisi tempat pemrosesan akhir (TPA) yang mengalami kelebihan kapasitas menunjukkan perlunya perubahan pola pengelolaan sampah yang selama ini masih didominasi sistem kumpul, angkut, dan buang.
Selain itu, sampah yang tidak dipilah serta pengelolaan TPA dengan sistem lahan urug terbuka turut memicu peningkatan emisi gas rumah kaca. Kondisi tersebut menjadikan sektor persampahan sebagai salah satu penyumbang emisi yang perlu mendapat perhatian serius.
Karena itu, pemerintah mendorong perubahan paradigma pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Salah satunya melalui Gerakan Indonesia Asri yang mengajak masyarakat membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga sebagai langkah sederhana namun berdampak besar bagi lingkungan.
Joko menegaskan keberhasilan pengelolaan lingkungan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat. Dengan komitmen bersama, Kalimantan Timur diharapkan mampu menjadi daerah yang lebih bersih, sehat, dan berkontribusi dalam upaya pengendalian perubahan iklim menuju Indonesia Emas 2045.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....