Pemprov Kaltim Salurkan Bantuan BBM Hadapi Kekeringan Petani

  • 05 Agt 2026 10:53 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) bergerak cepat mengantisipasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian dengan menyalurkan bantuan bahan bakar minyak (BBM) kepada kelompok tani. Bantuan tersebut ditujukan untuk memastikan alat dan mesin pertanian (alsintan), khususnya pompa air, tetap beroperasi saat musim kemarau.

Melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, bantuan BBM diberikan kepada kelompok tani yang memenuhi persyaratan sebagai pengguna alsintan. Dukungan ini diharapkan mampu menjaga kelancaran proses budidaya, mempercepat pengolahan lahan, serta meminimalkan risiko gagal panen akibat kekeringan.

Kepala DPTPH Kaltim, Fahmi Himawan, mengatakan pemerintah sebelumnya telah memperkuat sarana irigasi dengan menyalurkan sekitar 70 unit pompa air pada 2020. Selanjutnya, pada 2024 pemerintah pusat kembali memberikan lebih dari 300 unit pompa air yang difasilitasi DPTPH Kaltim dan didistribusikan ke 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

"Pada tahun 2026 ini kami juga memberikan dukungan melalui anggaran bantuan BBM bagi para petani yang mengalami kekeringan. Bantuan ini digunakan untuk mengoperasikan pompa-pompa air yang telah disalurkan sehingga tetap dapat dimanfaatkan saat dibutuhkan," ujar Fahmi dilansir dari laman Pemprov Kaltim pada Rabu 5 Agustus 2026.

Menurut Fahmi, bantuan BBM diperuntukkan bagi pompa air yang menggunakan bahan bakar Pertamax. Penyalurannya dilakukan berdasarkan usulan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), kemudian diverifikasi sebelum disalurkan kepada kelompok tani yang memenuhi persyaratan. Mekanisme ini diharapkan membuat bantuan tepat sasaran dan benar-benar dimanfaatkan oleh petani yang memerlukan.

Selain bantuan operasional, DPTPH Kaltim juga terus mendorong pemanfaatan teknologi pertanian melalui pendampingan kepada kelompok tani. Pompa air yang disalurkan merupakan pompa berukuran kecil dan bersifat portabel sehingga mudah dipindahkan serta digunakan sesuai kondisi lahan yang terdampak kekeringan.

Melalui program bantuan BBM dan optimalisasi penggunaan alsintan, Pemprov Kaltim berharap produktivitas pertanian tetap terjaga di tengah ancaman cuaca ekstrem. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Kalimantan Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....