Milad ke-109 Aisyiyah, Menteri Abdul Mu'ti Tanam Mangrove di SMAN 8 Balikpapan

  • 05 Jun 2026 14:49 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan – Aksi penanaman pohon mangrove di SMA Negeri 8 Balikpapan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program Sekolah ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) resmi diluncurkan pada Jumat 5 Juni 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan Milad ke-109 Aisyiyah yang mengusung tema “Lestarikan Alam Indonesia, Warisan Hijau untuk Masa Depan” sekaligus peluncuran Gerakan 1.000 Cahaya Aisyiyah.

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti, menyampaikan ucapan selamat Milad ke-109 kepada Aisyiyah sebagai gerakan perempuan berkemajuan.

“Dengan usianya yang ke-109 tahun, semoga Aisyiyah terus berkomitmen pada tema milad tahun ini, yakni ‘Memperkuat Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian’. Gerakan ini sangat tepat karena mewujudkan perdamaian tidak hanya berarti mencegah terjadinya perang, tetapi juga menghadirkan ketenangan dan kebahagiaan dalam kehidupan masyarakat,” ujar Abdul Mu'ti yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah periode 2022–2027.

Kegiatan ini menegaskan komitmen organisasi otonom perempuan Muhammadiyah tersebut dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir serta mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya mitigasi perubahan iklim.

Peluncuran Gerakan 1.000 Cahaya Aisyiyah menjadi simbol kontribusi pemikiran dan aksi nyata perempuan dalam menjawab berbagai tantangan sosial maupun lingkungan.

Sebagai bentuk implementasi gerakan tersebut, penanaman bibit mangrove dilakukan langsung di area sekitar sekolah yang berbatasan dengan kawasan pesisir. Langkah ini bertujuan memperkuat perlindungan pantai dari ancaman abrasi sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih hijau dan nyaman bagi siswa.

Pemilihan SMA Negeri 8 Balikpapan sebagai lokasi kegiatan dinilai strategis untuk mengimplementasikan konsep Sekolah ASRI.

Konsep tersebut diwujudkan melalui beberapa aspek, antara lain:

Aman, dengan keberadaan mangrove yang berfungsi melindungi kawasan pesisir dari gelombang pasang dan abrasi.

Sehat, melalui peningkatan kualitas udara yang dihasilkan oleh vegetasi mangrove di sekitar lingkungan sekolah.

Resik, dengan edukasi kepada warga sekolah untuk menjaga kebersihan kawasan pesisir dan ekosistem mangrove dari sampah, khususnya sampah plastik.

Indah, melalui terciptanya kawasan hijau yang asri dan mendukung keberlanjutan lingkungan Kota Balikpapan.

Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Balikpapan berharap, gerakan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Pihak sekolah, guru, dan para siswa diharapkan turut merawat bibit mangrove yang telah ditanam agar tumbuh menjadi warisan hijau yang berkelanjutan bagi Kota Balikpapan.

Sebelum penanaman mangrove dilakukan, terlebih dahulu dilaksanakan penandatanganan dukungan terhadap peluncuran Gerakan 1.000 Cahaya Aisyiyah dan program Sekolah ASRI. Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, didampingi Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, anggota Komisi VI DPR RI, Sarifah Suraidah, unsur pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah Kalimantan Timur, Gubernur Kalimantan Timur, serta jajaran Forkopimda Kalimantan Timur.

Melalui kegiatan ini, Aisyiyah kembali menegaskan perannya sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah yang bergerak secara holistik di bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, dan pemberdayaan ekonomi, sekaligus berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....