Hasil Sedekah Sampah Samarinda Diprioritaskan untuk Warga Rentan
- 05 Jun 2026 10:50 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Program sedekah sampah yang akan diperluas ke 10 kecamatan di Kota Samarinda tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah, tetapi juga diarahkan untuk membantu kelompok masyarakat rentan seperti keluarga miskin, anak berisiko stunting, panti asuhan hingga korban bencana.
Pemerintah Kota Samarinda menilai pelaksanaan program di tingkat kecamatan akan membuat bantuan sosial yang berasal dari hasil penjualan sampah menjadi lebih tepat sasaran karena proses identifikasi penerima dilakukan langsung oleh pemerintah setempat yang memahami kondisi warganya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda, Suwarso mengatakan salah satu alasan pelaksanaan sedekah sampah dipindahkan ke tingkat kecamatan adalah agar manfaat sosialnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan. Hal ini disampaikannya dalam rapat koordinasi pelaksanaan sedekah sampah yang diikuti 10 kecamatan secara daring, Jumat 5 Juni 2026.
Menurutnya, camat dan lurah memiliki data serta pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi sosial masyarakat di wilayah masing-masing sehingga dapat menentukan penerima bantuan secara lebih tepat.
“Distribusi hasil penjualan sampah yang sudah dipilah nanti kita serahkan kepada kecamatan untuk membantu masyarakat yang sangat membutuhkan di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Suwarso menjelaskan penerima manfaat tidak dibatasi pada satu kelompok tertentu. Hasil sedekah sampah dapat digunakan untuk membantu keluarga yang masuk kategori kemiskinan ekstrem, anak berisiko stunting, panti asuhan maupun warga yang terdampak musibah.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena kebutuhan sosial di setiap kecamatan berbeda-beda. Dengan memberikan kewenangan identifikasi kepada wilayah masing-masing, bantuan yang diberikan diharapkan lebih sesuai dengan kondisi lapangan.
Ia menilai sedekah sampah menjadi salah satu cara kreatif untuk membangun kepedulian sosial masyarakat tanpa harus bergantung sepenuhnya pada program bantuan pemerintah yang bersumber dari anggaran daerah.
“Ini kesempatan kita untuk berbagi dengan sesama tanpa membebani APBD. Cara-cara inovatif seperti ini harus terus kita dorong supaya manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Selain memiliki dampak sosial, program tersebut juga diharapkan mampu membangun budaya memilah sampah sejak dari rumah tangga. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi sumber bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.
DLH Kota Samarinda bersama pemerintah kecamatan akan melakukan pendampingan dalam proses pengumpulan, pencatatan hingga pelaporan hasil sedekah sampah agar pelaksanaannya berjalan transparan dan berkelanjutan.
Melalui pola tersebut, sedekah sampah tidak hanya menjadi gerakan lingkungan, tetapi juga instrumen gotong royong sosial yang menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan upaya membantu warga yang menghadapi berbagai persoalan ekonomi dan sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....