Inflasi Kaltim Masih Stabil meski BBM dan Tiket Naik
- 03 Jun 2026 09:31 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Inflasi Provinsi Kalimantan Timur pada Mei 2026 tetap terjaga di tengah meningkatnya tekanan harga pada sejumlah sektor transportasi dan konsumsi masyarakat. Kondisi tersebut didukung sinergi pengendalian inflasi yang terus diperkuat oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di berbagai wilayah Kalimantan Timur.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim pada Mei 2026 mengalami inflasi sebesar 0,17 persen secara bulanan atau month to month (mtm). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan April 2026 yang tercatat sebesar 0,11 persen mtm.
Sementara itu, inflasi tahunan Kalimantan Timur tercatat sebesar 3,04 persen year on year (yoy) dengan inflasi tahun berjalan mencapai 1,65 persen year to date (ytd).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, menjelaskan tekanan inflasi pada Mei 2026 terutama berasal dari kelompok transportasi. Kenaikan harga angkutan udara dan bahan bakar minyak nonsubsidi menjadi faktor utama pendorong inflasi.
“Pada periode laporan, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dex, dan Dexlite meningkat rata-rata sekitar sembilan persen,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa 2 Juni 2026.

Selain transportasi, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran juga memberikan andil inflasi seiring masih tingginya aktivitas konsumsi masyarakat.
Di sisi lain, tekanan inflasi yang lebih tinggi berhasil tertahan oleh deflasi pada komponen volatile foods sebesar minus 1,09 persen mtm. Kondisi tersebut mencerminkan membaiknya pasokan dan normalisasi harga sejumlah komoditas pangan strategis.
Deflasi terutama dipengaruhi penurunan harga daging ayam ras, kangkung, dan ikan tongkol. Sementara komoditas yang paling memengaruhi inflasi Mei 2026 antara lain angkutan udara, beras, minyak goreng, solar, dan sewa rumah.
Dalam upaya menjaga stabilitas harga, TPID di Kalimantan Timur terus memperkuat implementasi strategi 4K yang meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Selama Mei 2026, TPID tercatat telah melaksanakan 60 kegiatan Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, dan stabilisasi harga di berbagai daerah seperti Samarinda, Berau, Kutai Timur, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu, dan Bontang.
Selain itu, penguatan pemantauan stok dan kesiapan pasokan komoditas strategis juga terus dilakukan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha 2026.
TPID Kalimantan Timur juga memperkuat koordinasi distribusi antarwilayah guna mengantisipasi hambatan rantai pasok yang dapat memicu kenaikan harga barang kebutuhan masyarakat.
Baca Juga : inflasi-samarinda-mei-2026-terkendali-saat-tekanan-harga-energi-dan-transportasi
Pada aspek komunikasi, TPID secara rutin melaksanakan rapat koordinasi mingguan serta menggelar High Level Meeting TPID Kota Samarinda untuk memperkuat kesiapan pengendalian inflasi menjelang Iduladha.
Melalui berbagai langkah tersebut, TPID berharap ekspektasi inflasi masyarakat tetap terkendali sekaligus mencegah perilaku konsumsi berlebihan menjelang HBKN.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....