Kunjungan Wisata Menurun, Pemilik Salma Shofa Sebut Daya Beli Jadi Faktor Utama
- 04 Jun 2026 10:21 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Jumlah kunjungan wisatawan ke Taman Salma Shofa Samarinda terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Pemilik Taman Salma Shofa, Syafruddin Pernyata, menyebut melemahnya daya beli masyarakat dan semakin banyaknya pilihan destinasi hiburan menjadi dua faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut.
Syafruddin mengatakan, penurunan jumlah pengunjung sudah mulai terlihat sejak tahun 2022, terutama saat momen libur panjang dan hari raya. Jika sebelumnya hari libur dan tanggal merah selalu menjadi momentum meningkatnya jumlah wisatawan, kini kondisi tersebut tidak lagi terjadi.
"Kalau dulu saat Idulfitri atau Iduladha, parkir mobil sampai di luar karena penuh. Sekarang memang jauh berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya," ujarnya, dikutip pada Kamis, 4 Juni 2026.
Syafruddin, menilai salah satu penyebabnya adalah daya beli masyarakat yang menurun. Di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil, masyarakat lebih memprioritaskan kebutuhan pokok dibandingkan pengeluaran untuk berwisata.
"Saya pikir faktornya banyak, tapi yang utama daya beli masyarakat. Sekarang orang lebih memikirkan kebutuhan yang lebih penting dulu dibanding berwisata. Sandang, pangan, papan" kata dia.
Melemahnya daya beli masyarakat, lanjut Syafruddin, dipengaruhi oleh berbagai faktor. Mulai dari banyaknya usaha yang tutup hingga berkurangnya peluang kerja.
Selain faktor ekonomi, Syafruddin juga menyoroti semakin banyaknya pilihan hiburan dan destinasi wisata di Samarinda. Masyarakat kini memiliki beragam alternatif untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, baik yang berbayar maupun gratis.
Keberadaan bioskop yang semakin banyak hingga ruang publik seperti Teras Samarinda turut mengubah pola wisata masyarakat yang sebelumnya lebih banyak berkunjung ke objek wisata berbasis rekreasi keluarga.
"Sekarang pilihan hiburan banyak. Ada tempat gratis, ada tempat berbayar. Jadi wisata tidak lagi menjadi satu-satunya pilihan masyarakat saat libur," ucapnya.

Meski demikian, pihak Taman Salma Shofa terus melakukan berbagai pembenahan sebagai upaya meningkatkan jumlah dan kenyamanan pengunjung. Sejumlah fasilitas yang sebelumnya dinilai kurang memadai mulai ditata dan diperbaiki secara bertahap.
Syafruddin menyebut pembenahan dilakukan mulai dari area gazebo, pendopo hingga fasilitas penunjang seperti toilet. Menurutnya, peningkatan kualitas fasilitas menjadi salah satu cara agar wisatawan tetap mendapatkan pengalaman berkunjung yang nyaman.
"Kalau secara subjektif, kami terus berbenah. Hal-hal yang dulu belum ada sekarang sudah ada, yang dulu belum rapi sekarang dirapikan. Untuk urusan toilet misalnya, sekarang sudah jauh lebih baik dan lebih nyaman dibanding sebelumnya," kata dia.
Ia mengaku sejumlah pengunjung juga memberikan respons positif terhadap perubahan yang dilakukan. Walaupun belum mampu mendongkrak jumlah kunjungan secara signifikan, pembenahan tersebut dinilai penting untuk menjaga daya saing destinasi wisata di tengah banyaknya pilihan tempat rekreasi saat ini.
Di sisi lain, Syafruddin menilai kebangkitan sektor pariwisata tidak bisa hanya bergantung pada pengelola wisata. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi faktor penting yang turut menentukan tingkat kunjungan ke destinasi wisata.
Karena itu, ia berharap pemerintah terus menghadirkan program-program yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat dan membuka lebih banyak peluang kerja.
"Insentif untuk tempat wisata tidak perlu. Yang penting pemerintah membuat program yang bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Kalau masyarakat sejahtera, mereka pasti punya kemampuan untuk berbelanja, termasuk untuk berwisata," ujarnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....