Karhutla Mengintai Kaltim Jelang Puncak Kemarau

  • 03 Jun 2026 08:55 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.

Analisis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Kalimantan Timur, Budi Haryanto, menjelaskan bahwa kondisi geografis Kalimantan Timur yang berada dekat garis khatulistiwa membuat wilayah ini rentan mengalami cuaca panas yang dapat memicu kebakaran, terutama pada lahan gambut yang mudah terbakar.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops), tren karhutla sejak 2023 cenderung mengalami penurunan. Namun, kondisi cuaca yang masih diselingi hujan menjadi salah satu faktor yang membantu menekan jumlah kejadian dalam beberapa tahun terakhir.

“Dari data yang kami ambil dari Pusdalops, tren karhutla sejak 2023 agak menurun karena kondisi cuaca masih bercampur hujan. Namun yang perlu diwaspadai adalah saat memasuki puncak musim kemarau pada bulan Agustus,” kata Budi.

Menurutnya, sejumlah faktor dapat memicu terjadinya karhutla, mulai dari tumpukan daun kering yang mudah terbakar hingga kondisi tanah yang mengandung batubara di beberapa wilayah. Selain faktor alam, aktivitas manusia seperti membuka lahan dengan cara membakar juga masih menjadi penyebab utama kebakaran. Padahal, metode penyekatan lahan dapat dilakukan untuk mencegah api meluas ke area lain.

Budi menambahkan, wilayah perkotaan seperti Samarinda umumnya tidak memiliki kawasan hutan yang luas, sehingga kebakaran lebih sering terjadi pada area semak belukar seperti yang pernah terjadi di kawasan Sambutan dan Loa Bakung. Ia juga mengapresiasi peran relawan yang dinilai sigap dalam membantu penanganan kebakaran saat terjadi di lapangan.

Sebagai langkah mitigasi, BPBD Kalimantan Timur terus melakukan edukasi kebencanaan melalui program Sekolah Bencana yang menyasar pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA. Selain itu, BPBD juga melakukan patroli udara dengan dukungan helikopter bantuan BNPB yang diterima pada 2025. Patroli dilakukan dua kali sehari dari Bandara APT Pranoto, yakni pada pagi dan sore hari. Upaya pencegahan juga diperkuat melalui sosialisasi kepada masyarakat serta kerja sama dengan RRI dalam program siaran kebencanaan yang mengudara setiap hari pukul 07.30 WITA.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....