Peneliti Temukan Potensi Obat dari Tumbuhan Pakan Orang Utan di Wehea-Kelay

  • 31 Mei 2026 21:30 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Wehea - Penelitian yang dilakukan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) menemukan sejumlah tumbuhan pakan orang utan di Bentang Alam Wehea-Kelay, Kalimantan Timur, memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan obat.

Penelitian sepanjang 2023 itu mengidentifikasi 227 jenis tumbuhan yang menjadi sumber pakan orang utan kalimantan (Pongo pygmaeus morio). Dari jumlah tersebut, sekitar 30 jenis diketahui memiliki kandungan bioaktif dan manfaat etnofarmakologi yang berpotensi mendukung pengembangan produk kesehatan.

Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, Irawan Wijaya Kusuma, mengatakan tim peneliti kemudian mengerucutkan kajian pada 11 jenis tumbuhan yang dinilai memiliki kandungan paling menjanjikan.

Salah satu spesies yang menarik perhatian adalah Macaranga conifera. Berdasarkan hasil penelitian, tumbuhan tersebut memiliki potensi sebagai anti-kanker, anti-diabetes, serta mengandung antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. “Tanaman ini memiliki potensi anti-kanker dan anti-diabetes, serta mengandung antioksidan,” kata Irawan pada Minggu 31 Mei 2026.

Menurutnya, temuan tersebut membuka peluang pengembangan produk kesehatan berbasis sumber daya hayati hutan tropis Kalimantan. Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan berbagai jenis tumbuhan lain yang selama ini menjadi pakan orang utan.

Sekretaris Daerah Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menilai hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pelestarian habitat orang utan tidak hanya penting bagi konservasi satwa, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan manusia.

“Tidak hanya akan bermanfaat bagi kesehatan manusia, namun juga pengembangan ekonomi masyarakat berbasis bioprospeksi,” ujarnya. Bentang Alam Wehea-Kelay merupakan salah satu habitat penting orang utan kalimantan di Kalimantan Timur. Kawasan seluas 532.143 hektare tersebut menjadi rumah bagi sekitar 1.200 individu orang utan dan lebih dari 1.400 jenis satwa liar lainnya.

Penelitian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa keanekaragaman hayati yang terjaga dapat membuka peluang baru bagi pengembangan ilmu pengetahuan, termasuk penemuan bahan baku obat dari hutan tropis Indonesia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....