Wakil Wali Kota Samarinda Dorong Sedekah Sampah Berbasis Kecamatan
- 29 Mei 2026 14:33 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mendorong program sedekah sampah di Kota Samarinda dikembangkan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sekaligus memperkuat kepedulian sosial kepada warga yang membutuhkan.
Hal itu disampaikan Saefuddin usai penyerahan hasil program sedekah sampah kepada Rumah Singgah Kanker Kota Samarinda di kawasan Jalan Dr. Soewondo, Jumat, 29 Mei 2026. Kegiatan tersebut turut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Sosial, pelaku usaha hingga komunitas sosial di Kota Samarinda.
Menurut Saefuddin, gerakan sedekah sampah tidak hanya berdampak terhadap pengurangan volume sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA), tetapi juga menghadirkan manfaat sosial nyata bagi masyarakat. Dana hasil penjualan sampah yang dipilah disalurkan kepada rumah singgah kanker, panti asuhan hingga lembaga sosial lainnya.
"Kita juga silaturahmi di sini dan memberikan sedikit rezeki yang diperjuangkan teman-teman DLH dari hasil pemilahan sampah. Semoga ini bisa berkelanjutan terus," ujarnya kepada rri.co.id.
Ia mengakui tingkat partisipasi masyarakat dalam program sedekah sampah masih belum sesuai target pemerintah kota. Namun demikian, Pemerintah Kota Samarinda menilai gerakan tersebut sudah mulai menunjukkan perkembangan positif di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.
Saefuddin mengatakan selama ini kegiatan sedekah sampah masih dipusatkan di satu lokasi sehingga menyulitkan masyarakat yang tinggal di wilayah pinggiran kota. Karena itu, ke depan pemerintah berencana memecah lokasi pengumpulan sedekah sampah di masing-masing kecamatan agar lebih mudah dijangkau warga.
"Kalau dipecah per kecamatan berarti yang mau membawa sedekah sampah itu tidak terlalu jauh. Saya yakin hasilnya akan lebih banyak karena masyarakat tidak lagi berpikir tempatnya jauh," katanya.
Ia menilai edukasi pemilahan sampah harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan aturan pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan.
Saefuddin mencontohkan perubahan kondisi Sungai Karang Mumus yang kini mulai lebih bersih dibanding beberapa tahun sebelumnya. Ia menyebut edukasi lingkungan yang terus dilakukan pemerintah mulai membuka kesadaran masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan.
"Sekarang dengan adanya edukasi ini membuka kesadaran masyarakat kita. Sampah di sungai mulai jauh berkurang," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Saefuddin juga mengapresiasi keberadaan Rumah Singgah Kanker Kota Samarinda yang selama ini membantu pasien dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Menurutnya, rumah singgah tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial yang lahir dari ketulusan masyarakat untuk membantu sesama.
Ia mengaku tidak semua orang memiliki kemampuan dan ketulusan untuk mengelola rumah singgah secara sukarela. Apalagi sebagian besar pasien yang tinggal di rumah singgah merupakan warga luar daerah yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan di Samarinda.
"Ini perjuangan hati. Tidak semua orang punya kesadaran besar membantu saudara-saudara kita yang sedang diberi ujian sakit," katanya.
Saefuddin berharap gerakan sedekah sampah dapat terus berkembang dan menjadi budaya baru masyarakat Kota Samarinda. Selain menjaga lingkungan tetap bersih, program tersebut diharapkan memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial antarwarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....