BNN Samarinda: Pergaulan Bebas Picu Remaja Rentan Penyalahgunaan Narkoba
- 27 Mei 2026 10:38 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja masih menjadi perhatian serius. Faktor pergaulan dinilai menjadi pemicu utama remaja terjerumus dalam penggunaan narkoba. Remaja cenderung lebih percaya kepada teman dibandingkan orang tua saat menghadapi persoalan hidup.
Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Samarinda, Lisda Mariana, mengatakan remaja umumnya mencari tempat bercerita kepada teman sebaya. Kondisi itu membuat mereka rentan menerima pengaruh negatif, termasuk ajakan mencoba rokok hingga narkoba.
“Remaja ini agak susah kenapa? Karena mereka biasanya lebih percaya teman daripada orang tua,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam obrolan SPADA dikutip Rabu, 27 Mei 2026.
Menurutnya, penggunaan narkoba pada remaja kerap diawali dari kebiasaan merokok. Ajakan dari teman sering dibungkus dengan anggapan dapat memberikan ketenangan dan menghilangkan masalah tanpa penjelasan mengenai dampak kesehatan jangka panjang.
Ia menilai remaja mudah terpengaruh setelah melihat teman yang menggunakan narkoba tampak baik-baik saja. Kondisi itu membuat mereka berpikir penggunaan barang terlarang dapat menjadi solusi atas persoalan yang dihadapi.
“Ketika dia curhat ke temannya ngerasa didengar lalu dikasih solusi kepada barang-barang yang kayak rokok, sabu misalnya,” katanya.
Lisda menekankan pentingnya peran orang tua untuk membangun kedekatan dengan anak. Kedekatan dinilai dapat mencegah anak mencari kenyamanan di luar rumah dan terjerumus dalam lingkungan pergaulan yang salah. Apalagi, sebagian besar waktu anak sekolah lebih banyak dihabiskan di luar rumah dibandingkan bersama keluarga.
Menurutnya, pendekatan orang tua harus dilakukan tanpa sikap menghakimi. Sikap keras dan mudah memarahi anak justru menciptakan jarak dalam hubungan keluarga. Akibatnya, anak memilih menutupi masalah dan lebih nyaman bercerita kepada teman sebaya meski dukungan yang diberikan belum tentu benar.
“Kalau ke teman kan biasanya justru teman ngerasa sama perilakunya jadi saling mendukung, padahal kadang dukungan yang dikasih tuh enggak benar misalnya diajak bolos,” ujarnya.
Ia menyebut perilaku menyimpang yang dianggap wajar di lingkungan pertemanan dapat berdampak panjang, termasuk memicu kebiasaan berbohong hingga tindak pencurian.
Lisda menjelaskan pengguna narkoba kerap mulai berbohong kepada orang tua demi mendapatkan uang. Modus yang dilakukan beragam, seperti meminta uang dengan alasan kegiatan sekolah.
“Dipakai bolos beli sabu bareng sama temannya misalnya. Dari situ dari bohong nanti akan meningkat, suka mencuri,” katanya.
Selain berdampak pada perilaku sosial, penyalahgunaan narkoba juga memicu masalah ekonomi. Lisda menyebut harga narkoba yang mahal membuat pengguna kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat ketergantungan. Kondisi itu mendorong munculnya perilaku menyimpang lain, seperti berbohong dan mencuri demi memenuhi kebutuhan membeli narkoba.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....