BNN Samarinda: Salah Memilih Pergaulan Jadi Pintu Masuk Penyalahgunaan Narkoba

  • 02 Agt 2026 21:05 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Lingkungan pergaulan masih menjadi faktor utama yang mendorong remaja terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. Karena itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Samarinda menilai upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga komunitas pertemanan.

Kepala BNN Kota Samarinda, Kombes Pol. Belny Warlansyah, mengatakan kelompok remaja saat ini menjadi sasaran yang paling rentan dimanfaatkan jaringan peredaran narkotika. Pada fase tersebut, rasa ingin tahu yang tinggi serta keinginan diterima dalam lingkungan pergaulan kerap dimanfaatkan pelaku untuk memperkenalkan narkoba.

"Untuk saat ini yang paling rawan itu adalah pergaulan. Segmen yang benar-benar harus kita berikan perhatian lebih adalah remaja. Kita tidak ingin anak-anak kita, khususnya di Kota Samarinda, salah dalam memilih lingkungan pergaulan," kata Belny usai Grand Final Duta Anti Narkoba Kota Samarinda 2026, Minggu 2 Agustus 2026.

Menurutnya, benteng pertama untuk mencegah penyalahgunaan narkoba bukan berada di ruang penegakan hukum, melainkan dari pengetahuan yang dimiliki seorang remaja. Semakin baik pemahaman mereka mengenai bahaya narkotika, semakin besar pula keberanian untuk menolak ajakan yang berpotensi merusak masa depan.

Belny menegaskan pengetahuan tersebut harus dibangun melalui berbagai jalur, mulai dari keluarga, sekolah, media sosial, hingga lingkungan teman sebaya.

"Harapan kita mereka memiliki pengetahuan yang cukup, baik dari keluarga, sekolah, media sosial, maupun dari teman-teman Duta Anti Narkoba. Dengan begitu mereka berani dan yakin menolak ketika ada yang mengajak menggunakan narkoba," ujarnya.

Fenomena penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, menurutnya, tidak bisa dipisahkan dari perubahan pola interaksi generasi muda yang kini lebih banyak berlangsung melalui komunitas maupun ruang digital. Kondisi itu membuat pendekatan edukasi juga harus menyesuaikan perkembangan zaman.

Karena itu, BNN Kota Samarinda tidak hanya mengandalkan penyuluhan secara konvensional, tetapi juga mendorong keterlibatan generasi muda sebagai penyampai pesan pencegahan di lingkungan mereka sendiri.

Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif karena remaja cenderung lebih mudah menerima masukan dari teman sebaya yang memiliki pengalaman dan bahasa komunikasi yang sama.

Selain membangun kesadaran individu, Belny juga mengajak orang tua untuk lebih aktif membangun komunikasi dengan anak-anaknya. Menurutnya, perhatian keluarga menjadi faktor penting dalam mengenali perubahan perilaku yang dapat mengarah pada penyalahgunaan narkoba.

Ia menilai pencegahan akan lebih efektif apabila seluruh elemen masyarakat bergerak bersama, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah, hingga komunitas kepemudaan.

Di tengah perkembangan Kota Samarinda sebagai pusat pendidikan, perdagangan, dan jasa di Kalimantan Timur, tantangan penyalahgunaan narkoba tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum. Lingkungan pergaulan yang sehat, komunikasi yang terbuka dalam keluarga, serta pendidikan karakter di sekolah menjadi fondasi utama untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.

Bagi BNN Kota Samarinda, keberhasilan perang melawan narkoba tidak hanya diukur dari banyaknya pelaku yang ditangkap, tetapi juga dari semakin banyaknya remaja yang berani mengatakan "tidak" terhadap narkoba sebelum mereka menjadi korban.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....