DPRD Ingatkan Samarinda Jangan Jadi Penonton Kehadiran IKN
- 22 Mei 2026 15:07 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda- Kehadiran Ibu Kota Nusantara atau IKN di Kalimantan Timur dinilai menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan di Kota Samarinda. Pemerintah daerah diminta memastikan kualitas sumber daya manusia lokal mampu bersaing agar tidak hanya menjadi penonton di tengah arus pembangunan dan masuknya tenaga kerja dari luar daerah.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi mengatakan Samarinda tidak boleh hanya diposisikan sebagai daerah penyangga IKN, tetapi harus mampu menjadi mitra strategis yang memiliki kualitas sumber daya manusia unggul.
Hal itu disampaikan Ismail usai menghadiri kegiatan Launching Karya dan Berbagi Praktik Baik Pendidikan dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional 2026 di Aula Lantai 4 Disdikbud Samarinda, Jum'at 22 Mei 2026.
“Kalau kita berbicara Samarinda, kita berharapnya dia tidak hanya sebagai kota penopang tapi mitra dari IKN,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu kunci utama agar Samarinda mampu bersaing menghadapi perkembangan IKN ialah melalui peningkatan kualitas pendidikan.
Ia menilai pendidikan menjadi pondasi penting dalam menciptakan generasi yang mampu bersaing dengan sumber daya manusia dari berbagai daerah di Indonesia yang nantinya datang ke Kalimantan Timur.
“Jangan sampai banyak orang datang dari luar, sementara anak-anak kita hanya menjadi penonton,” katanya.
Menurut Ismail, apabila kualitas pendidikan di Samarinda mampu ditingkatkan, maka generasi muda daerah akan memiliki kemampuan dan daya saing yang tidak kalah dibanding pendatang dari luar daerah.
Ia mengatakan proses belajar mengajar yang baik akan melahirkan anak-anak berkualitas yang siap menghadapi persaingan kerja dan perkembangan ekonomi baru di sekitar IKN.
“Ketika kualitas pendidikan kita bagus, maka anak-anak kita juga menjadi anak-anak yang berkualitas dan mampu bersaing,” ucapnya.
Karena itu, ia menilai pembangunan pendidikan harus menjadi prioritas serius pemerintah daerah, mulai dari peningkatan kualitas guru, pemerataan fasilitas sekolah hingga penguatan sistem pembelajaran berbasis teknologi.
Selain itu, Ismail juga menekankan pentingnya pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman agar lulusan sekolah di Samarinda memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan dunia kerja dan industri masa depan.
Menurutnya, momentum pembangunan IKN seharusnya menjadi peluang besar bagi dunia pendidikan di Kalimantan Timur untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal.
Ia berharap Samarinda mampu menghadirkan pendidikan yang benar-benar berkualitas dan berdaya saing demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
“Semoga pendidikan kita di Kota Samarinda betul-betul menjadi pendidikan yang berkualitas dan bermutu untuk menghasilkan anak-anak luar biasa,” katanya.
Momentum Hari Kebangkitan Nasional tahun ini pun dimaknai sebagai pengingat bahwa kebangkitan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia menghadapi perubahan besar di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....