Dari Samarinda untuk Indonesia lewat Gerakan Literasi Pendidikan

  • 22 Mei 2026 11:19 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda- Momentum Hari Kebangkitan Nasional 2026 dimanfaatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda untuk memperkuat budaya literasi, inovasi pendidikan, dan semangat kolaborasi antarsatuan pendidikan melalui kegiatan launching karya dan berbagi praktik baik program prioritas pendidikan di Aula Lantai 4 Disdikbud Samarinda, Jumat 22 Mei 2026.

Kegiatan bertema “Dari Samarinda untuk Indonesia, Bangkit Bergerak Berdampak dalam Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” itu dihadiri jajaran pemerintah, DPRD, kepala sekolah, guru, hingga pelajar. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat kebangkitan pendidikan, ditandai dengan peluncuran karya buku hasil kreativitas kepala sekolah, guru, dan siswa.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Dr. Ibnu Araby mengatakan Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar momentum seremonial mengenang sejarah, melainkan ruang refleksi untuk membangun semangat persatuan dan transformasi bangsa melalui pendidikan.

“Harkitnas bukan sekadar peringatan sejarah, tapi adalah momentum untuk membangun semangat persatuan, kemajuan, dan transformasi bangsa,” ujarnya.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Dr. Ibnu Araby. (RRI/Niswar)

Menurutnya, tema kegiatan yang mengangkat semangat “Dari Samarinda untuk Indonesia” menjadi penegasan bahwa dunia pendidikan di Kota Tepian siap mengambil bagian dalam kemajuan pendidikan nasional.

Dalam sambutannya mengatakan, praktik baik pendidikan yang lahir dari daerah harus mampu menjadi inspirasi bagi guru dan sekolah lain untuk terus bergerak dan memberikan dampak nyata bagi peserta didik.

“Ini menunjukkan bahwa kita siap menjadi bagian bagi kepentingan kemajuan pendidikan di Indonesia, khususnya di Kota Samarinda. Baik itu praktik di daerah untuk memberi inspirasi bagi seluruh guru di Indonesia terutama di Samarinda untuk bangkit, bergerak dan berdampak,” ucapnya.

Ia menegaskan, tantangan pendidikan saat ini bukan hanya soal pemerataan akses, tetapi juga bagaimana menghadirkan pendidikan yang mampu membentuk karakter, meningkatkan kreativitas, dan menyiapkan generasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Karena itu, Pemerintah Kota Samarinda disebut terus berkomitmen mendukung program prioritas pemerintah pusat melalui peningkatan mutu pendidikan, penguatan literasi dan numerasi, transformasi digital pendidikan, hingga peningkatan kompetensi tenaga pendidik.

“Pendidikan bermutu harus kita rasakan tanpa kecuali. Guru adalah penggerak utama perubahan, sehingga harus terus berinovasi, berkolaborasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman,” katanya.

Salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut tertuju pada peluncuran karya buku dari SDN 007 Samarinda Ulu. Tidak hanya guru dan kepala sekolah, para siswa juga berhasil menghasilkan karya tulis yang kemudian dibukukan dan dipublikasikan.

Hal itu mendapat apresiasi dari Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi. Menurutnya, lahirnya karya buku dari lingkungan sekolah merupakan langkah penting membangun budaya literasi di dunia pendidikan.

“Ini kegiatan yang luar biasa. Tidak mudah menghasilkan karya, tidak mudah menghasilkan buku, apalagi ini lahir dari satu sekolah, mulai kepala sekolah, guru sampai siswa-siswinya,” ujarnya.

Politikus PKS itu berharap semangat literasi tersebut tidak berhenti di satu sekolah saja, melainkan dapat menjadi contoh dan menular ke sekolah lain di Samarinda.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi. (Foto: RRI/Niswar)

Ia menilai sekolah memiliki peran penting memfasilitasi siswa dan guru agar berani berkarya dan menghasilkan tulisan yang dapat dinikmati masyarakat luas.

“Kita berharap praktik baik ini juga bisa menular ke sekolah-sekolah yang lain. Bagaimana sekolah memfasilitasi kepala sekolah, guru maupun siswa untuk menghasilkan karya yang bisa dinikmati orang banyak,” ucapnya.

Melalui kegiatan itu, dunia pendidikan Samarinda tidak hanya ingin menunjukkan capaian karya, tetapi juga membangun optimisme bahwa pendidikan daerah mampu tumbuh menjadi sumber inspirasi nasional. Semangat kebangkitan yang dulu lahir dari persatuan, kini coba diterjemahkan melalui gerakan literasi, inovasi pembelajaran, dan kolaborasi pendidikan menuju Samarinda yang lebih maju dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....