Tak Hanya Ditangkap, Pengguna Narkoba Dinilai Perlu Dipulihkan
- 19 Mei 2026 20:10 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Tanah Merah Samarinda menegaskan rehabilitasi menjadi langkah penting untuk menyelamatkan pengguna narkoba dan penyalahgunaan obat-obatan tertentu agar dapat kembali menjalani kehidupan normal di masyarakat.
Kepala Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah Samarinda Bambang Styawan mengatakan, pengguna narkoba tidak selalu harus dipandang sebagai pelaku kriminal, tetapi juga korban yang membutuhkan pemulihan.
“Kalau mereka datang untuk direhabilitasi, itu artinya masih ada keinginan untuk berubah,” katanya dalam kegiatan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT dan Peran APBN dalam Pengawasan OOT di Aula Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Samarinda, Selasa 19 Mei 2026.
Menurut Bambang, banyak masyarakat masih takut menjalani rehabilitasi karena khawatir mendapat stigma negatif dari lingkungan sekitar.
Padahal rehabilitasi justru menjadi kesempatan bagi pengguna untuk keluar dari ketergantungan dan memperbaiki kualitas hidupnya.
“Jangan sampai orang takut rehabilitasi karena takut dicap,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rehabilitasi tidak hanya berfokus menghentikan penggunaan zat, tetapi juga memulihkan kondisi mental, emosional dan sosial pengguna.
Dalam proses rehabilitasi, pasien mendapatkan pendampingan medis, konseling hingga pembinaan psikologis agar mampu kembali beradaptasi di lingkungan masyarakat.
Menurut Bambang, pendekatan tersebut penting karena banyak pengguna narkoba mengalami tekanan mental dan persoalan sosial sebelum terjerumus dalam penyalahgunaan zat.
“Kita tidak hanya melihat zatnya, tetapi juga latar belakang manusianya,” katanya.
Ia mengatakan, Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah Samarinda saat ini menangani berbagai kelompok usia, mulai remaja hingga orang dewasa.
Sebagian pengguna bahkan datang dari latar belakang keluarga yang sebenarnya baik, namun terpengaruh lingkungan dan pergaulan.
Karena itu, Bambang menilai rehabilitasi juga membutuhkan dukungan keluarga agar proses pemulihan berjalan lebih efektif.
“Kalau keluarga mendukung, peluang pulihnya lebih besar,” ucapnya.
Menurutnya, stigma negatif terhadap mantan pengguna narkoba masih menjadi tantangan besar dalam proses pemulihan.
Tidak sedikit mantan pengguna yang kesulitan kembali diterima di lingkungan sosial maupun dunia kerja setelah selesai menjalani rehabilitasi.
Padahal dukungan sosial sangat penting agar mereka tidak kembali menggunakan narkoba.
“Kalau terus dijauhi, mereka bisa kembali ke lingkungan lama,” katanya.
Bambang berharap masyarakat mulai melihat rehabilitasi sebagai bagian dari upaya penyelamatan generasi muda, bukan sekadar penanganan hukum.
Ia menilai, pendekatan kemanusiaan perlu diperkuat agar pengguna memiliki kesempatan memperbaiki masa depannya.
“Yang kita selamatkan bukan hanya satu orang, tetapi juga masa depan keluarganya,” ujarnya.
BNN Tanah Merah Samarinda juga terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya rehabilitasi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....