BNN Samarinda Dorong Regulasi Etomidate, Waspadai Modus "Pod Getar"
- 03 Agt 2026 06:22 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Munculnya penyalahgunaan etomidate yang dicampurkan ke dalam cairan rokok elektronik atau vape mulai menjadi perhatian serius aparat penegak hukum dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Meski sejatinya merupakan obat anestesi yang digunakan dalam dunia medis, etomidate kini disalahgunakan untuk memperoleh efek halusinasi sesaat melalui perangkat vape yang dikenal di kalangan pengguna sebagai "pod getar".
Fenomena tersebut mendorong BNN Kota Samarinda mengusulkan penguatan regulasi agar pengawasan terhadap peredaran etomidate dapat dilakukan lebih efektif, seiring berkembangnya berbagai modus baru penyalahgunaan zat berbahaya di Indonesia.
Kepala BNN Kota Samarinda, Kombes Pol. Belny Warlansyah, mengatakan pihaknya bersama BNN dan para pemangku kepentingan saat ini tengah mendorong agar etomidate masuk dalam regulasi yang memiliki kekuatan hukum lebih tegas.
"Pimpinan BNN bersama stakeholder terkait sedang mengupayakan agar zat tersebut masuk dalam regulasi yang mengikat. Dengan begitu, baik penegakan hukum maupun edukasi kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal," katanya di Samarinda, Minggu 2 Agustus 2026.
Etomidate sendiri merupakan obat anestesi intravena yang lazim digunakan tenaga medis untuk membantu proses pembiusan pasien sebelum menjalani tindakan operasi. Penggunaannya harus berada di bawah pengawasan dokter karena bekerja menekan aktivitas sistem saraf pusat dalam waktu singkat.
Namun belakangan, cairan etomidate disalahgunakan dengan dicampurkan ke dalam cartridge rokok elektronik atau vape. Di kalangan pengguna, praktik tersebut dikenal dengan sebutan "pod getar" karena mampu menimbulkan sensasi melayang, kehilangan keseimbangan, hingga penurunan kesadaran dalam waktu singkat.
Menurut Belny, perubahan pola penyalahgunaan zat tersebut menjadi tantangan baru bagi aparat. Modus yang memanfaatkan perangkat vape membuat masyarakat sulit membedakan antara rokok elektronik biasa dengan vape yang telah dicampur zat berbahaya.
Karena itu, menurutnya, keberadaan regulasi yang jelas menjadi sangat penting agar aparat memiliki dasar hukum yang kuat dalam melakukan pengawasan sekaligus mencegah penyebaran zat tersebut di masyarakat.
Selain memperkuat regulasi, BNN juga terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai bentuk penyalahgunaan zat adiktif yang terus berkembang mengikuti tren.
Belny mengingatkan bahwa ancaman narkotika tidak lagi hanya berbentuk sabu, ganja, atau ekstasi. Perkembangan teknologi dan pola konsumsi masyarakat membuat berbagai obat medis kini mulai disalahgunakan dengan cara-cara baru yang sulit dikenali masyarakat awam.
Ia mengajak masyarakat, khususnya orang tua dan kalangan muda, untuk lebih waspada terhadap penggunaan rokok elektronik yang sumber cairannya tidak jelas. Menurutnya, kewaspadaan keluarga menjadi benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan zat berbahaya sebelum berujung pada ketergantungan.
Bagi masyarakat, kemunculan etomidate menjadi pengingat bahwa penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif terus berevolusi mengikuti perkembangan zaman. Karena itu, peningkatan literasi mengenai jenis-jenis zat berbahaya, penguatan regulasi, serta kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi langkah penting untuk melindungi generasi muda dari ancaman modus-modus baru penyalahgunaan narkoba.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....