Banjir Luapan Sungai Mahakam Rendam Jalan Kampung di Long Iram dan Tering

  • 19 Mei 2026 15:39 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Meluapnya Sungai Mahakam akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu menyebabkan banjir di Kecamatan Long Iram dan Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat, Selasa 19 Mei 2026. Genangan air merendam sejumlah jalan kampung dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Berdasarkan informasi yang di bagikan Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono menyampaikan banjir mulai terpantau sejak pukul 08.00 Wita. Meski demikian, kondisi banjir masih berada pada kategori aman karena air belum masuk ke dalam rumah warga.

“Air hanya mengenangi jalan kampung dan masih berada di bawah kolong rumah. Tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi,” ujarnya.

Di Kecamatan Long Iram, wilayah terdampak meliputi Kampung Long Iram Sebrang dengan ketinggian air mencapai 20 hingga 70 sentimeter. Selain itu, Kampung Anah mengalami genangan setinggi 20 hingga 60 sentimeter, Kampung Long Iram Ilir 20 hingga 30 sentimeter, dan Kampung Long Iram Kota sekitar 20 sentimeter.

Sementara itu di Kecamatan Tering, banjir terjadi di RT 001 Kampung Tering Sebrang dengan tinggi air 30 hingga 40 sentimeter. Genangan juga terjadi di Kampung Tukul setinggi 30 sentimeter, Kampung Tering Lama 20 hingga 30 sentimeter, serta Kampung Muyup dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 60 sentimeter.

Muriono menjelaskan dampak banjir saat ini lebih banyak mengganggu akses transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah jalan kampung terendam sehingga mobilitas warga menjadi terhambat.

“Selain jalan kampung yang tergenang, aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tering Seberang juga mengalami gangguan akibat luapan Sungai Mahakam,” katanya.

BPBD bersama aparat terkait terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi debit air Sungai Mahakam. Warga juga diminta tetap waspada terhadap potensi kenaikan air apabila hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di wilayah hulu sungai.

“Petugas terus melakukan monitoring ketinggian air dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan banjir susulan,” ucapnya.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah titik pengungsian sementara apabila kondisi banjir semakin meningkat. Lokasi yang disiapkan antara lain Gedung BPU di masing-masing kampung serta Kantor Camat Long Iram dan Kantor Camat Tering.

Selain itu, koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan guna memastikan kesiapan jalur evakuasi, pengamanan aset warga, hingga penyediaan kebutuhan dasar apabila sewaktu-waktu diperlukan pengungsian.

Dalam analisa BPBD, genangan air yang berlangsung lama berpotensi memicu munculnya penyakit seperti diare, penyakit kulit, hingga demam berdarah. Gangguan aktivitas di pelabuhan juga dikhawatirkan berdampak pada rantai pasok dan ekonomi masyarakat yang bergantung pada transportasi sungai.

Hingga pukul 15.00 Wita, monitoring banjir akibat luapan Sungai Mahakam masih berlangsung dalam kondisi aman dan lancar. Aparat gabungan tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air dalam beberapa hari ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....