Sekolah Langganan Banjir, PUPR Ungkap Kendala SDN 012 Sungai Kunjang
- 16 Jun 2026 11:07 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda- Usulan revitalisasi total SD Negeri 012 Sungai Kunjang semakin menguat setelah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda mengakui lokasi sekolah tersebut berada di kawasan cekungan yang rentan tergenang saat hujan deras.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Samarinda, Darmadi, mengatakan kondisi topografi menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan banjir terus berulang di lingkungan sekolah.
Menurutnya, kawasan SDN 012 Sungai Kunjang menerima limpasan air dari sejumlah wilayah di sekitarnya sehingga genangan sulit dihindari ketika curah hujan tinggi.
"Lokasinya memang berada di daerah cekungan. Air dari beberapa arah berkumpul di kawasan itu sehingga saat hujan deras genangan masih sering terjadi," katanya kepada rri.co.id, Selasa 16 Juni 2026.
Pernyataan tersebut memperkuat kekhawatiran pihak sekolah yang sebelumnya kembali mengusulkan revitalisasi total kepada Pemerintah Kota Samarinda. Dalam peninjauan lapangan yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama sejumlah organisasi perangkat daerah pada 4 Juni 2026 lalu, pihak sekolah menilai perbaikan sebagian bangunan tidak akan menyelesaikan persoalan utama yang dihadapi.
Plt Kepala SDN 012 Sungai Kunjang, Laode Akahan Haira, saat itu menyebut banjir tidak hanya menggenangi halaman sekolah, tetapi juga masuk ke ruang kelas dan ruang kantor sehingga mengganggu proses belajar mengajar.
Akibat kondisi tersebut, aktivitas pembelajaran kerap dihentikan sementara. Bahkan siswa beberapa kali harus diliburkan selama dua hingga tiga hari hingga genangan surut dan lingkungan sekolah kembali dapat digunakan.
Darmadi menjelaskan pemerintah terus berupaya mengurangi risiko banjir melalui peningkatan kapasitas drainase dan pengendalian aliran air di kawasan sekitar. Namun kondisi geografis sekolah menjadi tantangan tersendiri karena berada pada titik rendah yang menerima limpasan dari wilayah sekitarnya.
Karena itu, berbagai opsi penanganan jangka panjang mulai menjadi perhatian pemerintah. Selain peningkatan sistem drainase, muncul pula wacana penyesuaian desain bangunan agar lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan rawan genangan.
Sebelumnya, pihak sekolah mengusulkan peninggian bangunan antara satu hingga satu setengah meter. Dalam pembahasan terakhir juga muncul alternatif pembangunan sekolah model panggung agar aliran air tetap dapat bergerak di bawah bangunan saat hujan deras terjadi.
Dengan jumlah 176 siswa dan 10 tenaga pendidik, SDN 012 Sungai Kunjang menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang paling terdampak banjir di Samarinda. Karena itu, penyelesaian persoalan tersebut dinilai penting agar proses belajar mengajar tidak terus terganggu setiap musim hujan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....