Nyaris Tabrak Teras Samarinda, Ponton Batu Bara Berhasil Diamankan

  • 21 Jun 2026 19:46 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Suasana tenang di kawasan Teras Samarinda mendadak berubah menjadi kepanikan ketika sebuah ponton bermuatan batu bara bernama Garuda Coal VI hanyut terbawa arus deras Sungai Mahakam, Minggu 21 Juni 2026, sekitar pukul 12.57 WITA. Ponton berukuran besar itu bergerak tanpa kendali dan sempat mendekati area publik yang ramai dikunjungi warga.

Kejadian tersebut langsung menyita perhatian masyarakat yang berada di sekitar tepian sungai. Beberapa warga bahkan menghentikan aktivitas mereka untuk menyaksikan pergerakan ponton yang perlahan namun pasti terus mengikuti arus menuju kawasan Teras Samarinda.

Dalam perjalanannya, ponton Garuda Coal VI sempat bersenggolan dengan Ponton Soluna 9 yang saat itu digunakan sebagai sarana pendukung pekerjaan perbaikan pipa milik Perumdam Tirta Kencana di Sungai Mahakam.

Peristiwa itu terekam dalam sejumlah video amatir yang kemudian beredar luas di berbagai grup percakapan dan media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan detik-detik ponton bergerak mendekati tepian sungai sehingga memunculkan kekhawatiran akan terjadinya benturan yang lebih besar.

Petugas kebersihan Teras Samarinda, Nuraini, mengaku sempat terkejut saat melihat ponton bergerak mendekat tanpa pengawalan kapal penarik. Saat itu dirinya bersama rekan-rekannya sedang beristirahat di pos penjagaan.

"Saya langsung teriak ke teman-teman karena pontonnya makin dekat. Takut kejadian seperti yang kemarin terulang lagi. Ternyata memang sempat menyenggol ponton yang ada di situ," ujarnya.

Menurut Nuraini, suara benturan terdengar cukup jelas ketika kedua ponton bersinggungan. Meski tidak berlangsung lama, momen tersebut membuat para pekerja dan warga yang berada di sekitar lokasi waspada.

"Kalau tidak cepat ditangani mungkin bisa lebih dekat lagi ke sini. Untung ada kapal di dekat situ yang langsung membantu menariknya," katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa kondisi cuaca saat kejadian relatif normal. Tidak terdapat hujan maupun angin kencang yang biasanya menjadi faktor pemicu gangguan pelayaran di Sungai Mahakam.

Sementara itu, Kasi Penjagaan, Patroli, dan Penyidikan KSOP Kelas I Samarinda, Capt Sahrun Aziz, mengatakan pihaknya segera melakukan pengecekan begitu menerima laporan dari petugas lapangan dan mengetahui adanya video kejadian yang beredar.

"Memang arus sungai saat itu cukup kuat sehingga ponton terbawa mendekati Teras Samarinda. Namun segera dibantu oleh kapal yang berada di sekitar lokasi sehingga bisa didorong keluar dan diamankan," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan KSOP, insiden tersebut dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan signifikan. Seluruh pekerja yang tengah melakukan perbaikan pipa Perumdam Tirta Kencana juga dipastikan berada dalam kondisi aman.

"Sudah kami cek, termasuk kepada pekerja yang berada di lokasi. Alhamdulillah tidak ada kerusakan dan tidak ada korban. Saat ini ponton sudah kembali diamankan dan situasi berjalan normal," katanya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap aktivitas pelayaran dan tambat ponton di Sungai Mahakam. Mengingat kawasan Teras Samarinda merupakan ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat, langkah antisipasi dan pengamanan perlu terus diperkuat untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....